Baghaei menegaskan, dalam proses negosiasi damai kali ini, Iran hanya ingin membahas penghentian perang dan penghentian serangan Israel ke Lebanon. Iran tidak mau membahas penghentian program senjata nuklir dan penyerahan uranium ke AS. Sebab, penghentian perang dan penghentian serangan Israel ke Lebanon merupakan syarat perdamaian yang diberikan Iran ke AS.
Iran Sebut Negosiasi Bisa Gagal Jika AS Ngebet Ambil Uranium

- Iran menegaskan negosiasi damai dengan AS bisa gagal jika Washington tetap bersikeras mengambil stok uranium, karena isu nuklir belum menjadi fokus pembahasan saat ini.
- Negosiasi dilakukan tidak secara langsung, melainkan melalui Pakistan sebagai mediator yang aktif menjembatani perbedaan agar kesepakatan damai segera tercapai.
- Presiden AS Donald Trump tetap ingin mengambil seluruh cadangan uranium Iran demi mencegah pengembangan senjata nuklir, namun Pemimpin Tertinggi Iran menolak keras tuntutan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyebut negosiasi perdamaian dengan Amerika Serikat bisa berakhir nihil jika mereka tetap bersikukuh ingin mengambil stok uranium Iran. Menurut Iran, keinginan AS untuk mengambil uranium sebagai salah satu syarat perdamaian “sangat tidak masuk akal dan terlalu berlebihan” sehingga tidak bisa dipenuhi.
“Negosiasi difokuskan pada pengakhiran perang dan isu-isu terkait masalah nuklir tidak akan dibahas secara rinci pada tahap ini. Oleh karena itu, jika kita mencoba membahas detail masalah nuklir pada tahap ini, kita tidak akan mencapai kesimpulan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Jumat (22/5/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.
1. Negosiasi damai Iran dan AS sedang berlangsung

Saat ini, Iran sedang melanjutkan proses negosiasi perdamaian dengan AS. Namun, negosiasi kali ini tidak dilakukan secara langsung seperti pada April lalu. Sebab, perwakilan Iran dan AS hanya bertukar pesan saja melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator.
“Fokus utama Teheran dalam negosiasi adalah mengakhiri perang di semua lini, termasuk di Lebanon. Untuk saat ini, fokus kami adalah mengakhiri perang,” tegas Baghaei kepada IRNA.
2. Mediator Pakistan berkunjung ke Iran demi negosiasi

Menurut laporan media Iran, ISNA, yang dikutip Anadolu Agency pada Jumat, proses negosiasi Iran dan AS berjalan lancar. Kendati begitu, kedua pihak masih harus menyelesaikan perbedaan pendapat. Pakistan yang berperan sebagai mediator menegaskan akan terus menjembatani perbedaan tersebut agar kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran bisa segera tercapai.
Untuk membantu proses negosiasi, para mediator Pakistan yang tidak disebut namanya juga sudah berkunjung ke Iran. Kunjungan ini bertujuan untuk menjembatani negosiasi antara Iran dan AS. Ini bertujuan agar negosiasi berjalan efektif sehingga kesepakatan damai bisa segera diraih.
3. Donald Trump masih ngebet ambil uranium Iran

Hingga saat ini, AS masih bersikukuh ingin mengambil semua cadangan uranium milik Iran. Menurut Presiden AS, Donald Trump, langkah ini bertujuan agar Iran tidak bisa mengembangkan program senjata nuklirnya. Sebab, ia menganggap program senjata nuklir Iran bakal mengancam keamanan global.
"Kita akan mendapatkannya (uranium milik Iran). Kita tidak membutuhkannya dan kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya. Namun, kita tidak akan membiarkan mereka (Iran) memilikinya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (21/5/2026).
Pernyataan Trump ini akhirnya direspons oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Menurut keterangan dua pejabat senior Iran, Khamenei menegaskan tidak akan memberikan uranium Iran ke pihak mana pun, termasuk AS.


















