Ditipu WO, Pengantin di Bekasi Gelar Resepsi Tanpa Dekor dan Katering

- Sepasang pengantin di Bekasi jadi korban dugaan penipuan WO, membuat resepsi mereka berlangsung tanpa dekorasi, fotografer, dan katering meski seluruh biaya sudah dilunasi sebelumnya.
- Feny dan pasangannya sempat mendatangi kantor WO Marwah Catering Service untuk menanyakan kejelasan acara, namun pemilik WO justru kabur setelah berjanji akan melunasi biaya gedung.
- Meski resepsi gagal, pasangan tetap melangsungkan akad nikah sederhana dengan bantuan beberapa vendor yang masih datang dan bersedia membantu jalannya acara.
Bekasi, IDN Times - Sepasang pengantin bernama Feny Indah Fitria Ichwana dan Rinaldy Zullfi Setyawan diduga menjadi korban penipuan oleh pihak wedding organizer (WO) saat menjalani resepsi pernikahan di Islamic Centre Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Sebab, resepsi yang digelar pada Sabtu (23/5/2026) pagi, harus berjalan tanpa dekorasi, fotografer, hingga katering untuk santapan para tamu undangannya.
Pengantin perempuan, Feny menyampaikan, dirinya diduga ditipu oleh WO bernama Marwah Catering Service. Dia menceritakan, kecurigaannya dimulai ketika dirinya dihubungi oleh pihak gedung untuk segera melunasi pembiayaannya pada H-7 resepsi.
"Sampai setiap harinya dari H-7 saya selalu di-chatting dari pihak venue," katanya, Sabtu (23/5/2026).
Padahal, lanjut Feny, dirinya telah melunaskan seluruh biaya resepsi pernikahannya kepada pihak WO sejak April 2026.
1. Berusaha menghubungi pihak WO

Feny juga menjelaskan, dia bersama pasangannya sempat mendatangi kantor WO Marwah untuk menanyakan kejelasan resepsi pernikahannya.
"Setelah saya samperin (satroni) ke galerinya tidak ada, saya tanya orang sekitar katanya pindah di gudangnya, nah dikasih alamat gedungnya, saya samperin ke gudangnya (lokasi yang berbeda)," jelas dia.
Di sana, dirinya bertemu dengan sepasang suami-istri yang merupakan pemilik dari Marwah Catering Service. Setelah berbincang, pemilik WO meminta waktu hingga pukul 16.00 WIB untuk melakukan pelunasan gedung.
"Di situ kami percaya, kami tanya alasannya apa, dia bilang dananya belum cair jadi belum bisa melakukan pelunasan venue saya," kata dia.
Namun, hingga pukul 16.00 WIB, pihak WO juga tidak melunasi pembiayaan gedung. Bahkan, Feny dan pasangan ditinggal kabur oleh pemilik WO tersebut.
"Setelah saya menunggu, tiba-tiba pihak Marwah itu izin untuk mau keluar sebentar. Di situ saya tidak berpikir kalau mereka akan kabur, makanya saya iyakan," jelas dia.
2. Menghubungi tamu undangan bahwa resepsi gagal

Setelah tahu bahwa dirinya ditipu, Feny beserta pasangan langsung menghubungi para tamu undangan bahwa resepsi tidak jadi digelar. Namun, pihak gedung membolehkan pasangan pengantin tersebut untuk tetap menggelar akad nikah.
"Nah, saya harus punya plan B-nya untuk bisa melakukan rencana tuh tetap berjalan, tetap pada hari itu, tapi tidak dengan resepsi, hanya dengan akad saja," kata dia.
3. Menjalani akad nikah dengan sederhana

Feny dia juga menyampaikan, akad nikah dirinya bersama pasangan berjalan dengan sederhana. Berjalannya akad nikah tersebut juga didukung oleh vendor dari WO Marwah yang tetap datang pada hari H.
"Untung saja vendor yang masih rekanan sama Marwah, untuk make up-nya, untuk MC-nya itu masih membantu kita dalam acara akad," jelas dia.
"Nah dari situ ya udah kita merasa alhamdulillah deh masih ada nih yang masih mau bantu," tambah dia.


















