Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ada Isu Dana Dapur MBG Mandeg, BGN Pastikan Sudah Cair

Ada Isu Dana Dapur MBG Mandeg, BGN Pastikan Sudah Cair
Nanik S Deyang resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan isu dana dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum cair adalah hoaks dan memastikan seluruh dana sudah dicairkan sejak Jumat hingga Senin.
  • BGN telah mencairkan dana sebesar Rp5 triliun untuk operasional MBG, termasuk penyaluran kepada tujuh dapur di Aceh yang sebelumnya mengalami kendala teknis pencairan.
  • Tujuh dapur MBG di Banda Aceh sempat menghentikan operasional karena saldo akun virtual habis sebelum dana baru ditransfer, namun kini dipastikan kembali berjalan setelah pencairan dilakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menjawab isu adanya dana dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum cair. Menurutnya, hal itu sudah dibayarkan.

"Ada bagian dari hoaks, ada yang bagian dari.... Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," ujar Nanik di Kompleks istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/6/2026).

Nanik mengatakan, BGN sudah mencairkan Rp5 triliun untuk operasional MBG. Dana tersebut juga sudah diberikan kepada 7 dapur MBG di Aceh.

"Jadi kalau gak salah kami dapat laporan Rp 5 T, dicairkan hari ini. Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," kata dia.

Sebelumnya, tujuh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banda Aceh untuk sementara menghentikan operasionalnya karena belum menerima dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun tujuh dapur tersebut tersebar di enam kecamatan dalam Kota Banda Aceh, yakni Kecamatan Ulee Kareng, Kutaraja, Lueng Bata, Syiah Kuala, Banda Raya, dan Baiturrahman.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza, mengatakan penghentian operasional dilakukan karena saldo pada akun virtual (virtual account) sejumlah dapur telah habis, sementara dana operasional baru belum ditransfer.

"Benar, di Banda Aceh ada tujuh dari 37 dapur yang berhenti beroperasi karena ada sedikit kendala, yakni belum dilakukan top up dana operasional untuk melaksanakan kegiatan,” kata Reza saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More