Di Peringatan Nuzulul Qur'an, Prabowo Bicara Perdamaian Dunia

- Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Nuzulul Qur'an menyoroti ketidakpastian global dan mengajak bangsa Indonesia memperkuat persatuan serta kerukunan demi menjaga perdamaian dunia.
- Pemerintah berkomitmen menjaga hubungan baik dengan semua negara tanpa campur tangan urusan internal, sambil memastikan perlindungan bagi seluruh rakyat tanpa diskriminasi.
- Prabowo menegaskan pentingnya kerja keras memberantas kemiskinan dan korupsi agar kekayaan alam Indonesia benar-benar membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyoroti dinamika global saat memberikan pidato kenegaraan pada peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/3/2026). Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa meresapi ajaran kitab suci sekaligus menjaga kerukunan di tengah situasi dunia saat ini.
Prabowo menilai, kondisi dunia sedang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Sejumlah pemimpin negara dengan kekuatan besar sering kali mengalami kendala dalam menjaga perdamaian umat manusia.
"Kita sebagai bangsa Indonesia bersama banyak-banyak bangsa lain, kita perlu untuk menggalang persatuan di antara kita, menggalang kerukunan di antara kita, untuk menghadapi keadaan penuh ketidakpastian ini, untuk menghadapi keadaan yang penuh bahaya ini," ujar Prabowo.
Sebagai pemimpin negara, Prabowo menyadari tugas utamanya untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Perlindungan ini wajib diberikan kepada seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang suku, ras, maupun agama.
Untuk mewujudkan situasi kondusif, pemerintah berkomitmen memelihara persahabatan dan hubungan baik dengan semua negara. Indonesia memilih untuk tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara mana pun, serta terus menghormati semua kekuatan global, baik skala besar maupun kecil.
Prabowo menegaskan, upaya menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan berdoa. Hal tersebut perlu diiringi ikhtiar dan kerja keras untuk mencapai kesejahteraan serta keadilan. Mengingat Indonesia telah dikaruniai kekayaan alam melimpah, pemerintah berjuang keras menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan dari kehidupan masyarakat.
"Kita tidak boleh mengizinkan ada di antara rakyat kita yang terlantar. Kita mampu, kita telah diberikan kekayaan yang cukup oleh Yang Maha Kuasa. Sekarang adalah para pemimpin-pemimpinnya yang harus bekerja dengan baik," ucap dia.
Prabowo turut mengucapkan terima kasih kepada Prof. Quraish Shihab berkat ceramahnya tentang tugas-tugas kepemimpinan. Pesan dari tokoh agama menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus membersihkan diri dari praktik korupsi.
Menurut Prabowo, suatu negara tidak akan berhasil terbebas dari masalah apabila pemerintahnya gagal memberantas korupsi. Tindakan mengambil kekayaan rakyat dan membawanya ke luar negeri hanya akan membuat bangsa Indonesia hidup dalam keadaan lemah.


















