AHY Kenang saat Jaga Demo: Tak Mudah Kendalikan Massa, Butuh Kesabaran

- AHY mengimbau TNI-Polri harus profesional dalam mengamankan demo.
- AHY mengenang pengalamannya menjaga aksi unjuk rasa, butuh kesabaran ekstra.
- Mengajak massa aksi untuk menghormati petugas yang menjalankan tugasnya secara profesional.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Demomrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau agar TNI-Polri yang bertugas mengawal pengamanan demonstrasi tetap harua profesional.
Ia lantas mengenang masa-masa saat masih menjadi prajurit TNI. Ia mengaku sempat ditigaskan untuk bertugas menjaga aksi unjuk rasa dari pagi sampai sore hari menjelang maghrib. Ia berupaya profesional meski tidak mudah mengendalikan massa dengan jumlah besar karena butuh kesabaran ekstra.
"Apalagi kalau sudah ada kekerasan disana-sini yang juga bisa membahayakan petugas, membahayakan prajurit di lapangan. Ya tetapi sekali lagi ini adalah risiko dan tahun jawab yang harus diemban, Oleh karena itu marilah sama-sama saling menghormati," kata AHY dalam jumpa pers di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/8/2025).
Ia juga mengajak seluruh massa aksi untuk menghormati para petugas yang menjalankan tugasnya secara profesional di lapangan.
"Menghormati masyarakat atau semua kalangan yang ingin menyampaikan aspirasinya, menyampaikan perasaannya secara terbuka di publik," kata dia.
Aksi demo besar-besaran berujung ricuh terjadi di sejumlah titik di ibu kota, di antaranya kawasan Kramat Kwitang dan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Massa memblokir akses jalan, membakar pos polisi, serta merusak rambu lalu lintas di sekitar simpang Pasar Senen, pada Jumat (29/8/2025).
Demo besar-besaran ini dipicu oleh kemarahan warga setelah seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis polisi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Pada Jumat pagi, jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Bivak pukul 10.00 WIB.
#salingjagasesamawarga