Aliansi Buruh Akan Gelar Pawai Board of Peace Usai Idul Fitri

- Pentingnya dana pemerintah untuk pembangunan Gaza
- Indonesia bisa berperan penting dalam perdamaian Palestina
- Menlu sudah jumpa Sekjen PBB, bahas BoP
Jakarta, IDN Times - Aliansi buruh akan menggelar pawai akbar Board of Peace (BoP) selepas Hari Raya Idul Fitri 2026. Hal itu sebagai upaya membantu perjuangan untuk perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Aliansi itu terdiri dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (Farkes), dan Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP) serta organisasi buruh lainnya.
"Menyerukan kepada semua kekuatan masyarakat sipil Indonesia untuk melakukan pawai akbar mendukung pembangunan kembali Gaza, Palestina dengan kepemimpinan yang kuat dari Indonesia, yang akan dilakukan usai Perayaan Idul Fitri 1447 H," kata Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh Jumhur Hidayat, dilansir ANTARA, Selasa (17/2/2026).
1. Pentingnya dana pemerintah untuk pembangunan Gaza

Jumhur mengungkapkan pentingnya dana dari pemerintah untuk pembangunan Gaza. Mereka pun mendesak pemerintah Indonesia agar terus membantu mengawal pembangunan Gaza.
"Mendesak Pemerintah RI agar setiap sen atau setiap rupiah dari dana yang disumbangkan untuk pembangunan kembali Gaza sepenuhnya dimaksudkan untuk kepentingan warga Gaza," ucap Jumhur.
2. Indonesia bisa berperan penting dalam perdamaian Palestina

Jumhur menilai Indonesia bisa berperan penting dalam perdamaian di Palestina. Terlihat mulai dari Deklarasi Bogor pada Desember 1954, Konferensi Asia Afrika pada April 1955.
Selain itu, Indonesia juga jadi pemimpin Negara-Negara Gerakan Non-Blok yang menghindar dari jebakan Perang Dingin antar Blok Timur dan Blok Barat.
Oleh karena itu, pihaknya mendesak bahwa tidak boleh terjadi serangan kepada masyarakat Palestina, termasuk pemindahan sementara warga Gaza.
3. Menlu sudah jumpa Sekjen PBB, bahas BoP

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres di Markas Besar PBB, New York, pada Senin, (16/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi Palestina serta berbagai upaya untuk mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan.
"Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” tegas Menlu dalam keterangan Kemlu RI, Selasa (17/2/2026).


















