Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Demo Besar di Sejumlah Negara, Dukung Revolusi Iran

Ribuan warga demo mendukung Iran.
ilustrasi demo mendukung revolusi Iran (pexels.com/Tony Zohari)
Intinya sih...
  • Lebih dari 250 ribu orang di Munich berdemo untuk mendukung revolusi Iran
  • Sekitar 350 ribu warga di Toronto juga menggelar demo serupa, sementara 1.000 warga Australia di Melbourne turut serta dalam aksi demonstrasi
  • Aksi demo global dilakukan menyusul protes di Iran pada Januari 2026 lalu yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang buruk dan respons anarkis Pemerintah Iran
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ratusan ribu warga di berbagai negara di dunia kompak menggelar aksi demonstrasi pada Sabtu (14/2/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan partisipasi warga dunia untuk mendukung revolusi di Iran.

Demo tersebut digelar secara masif di kota-kota besar di berbagai negara. Beberapa di antaranya, seperti Kota Munich (Jerman), Toronto (Kanada), Melbourne (Australia), Tokyo (Jepang), London (Inggris), dan Athena (Yunani). 

1. Ada lebih dari 250 ribu orang di Munich yang menggelar demo

Orang-orang sedang berdemo.
ilustrasi demo mendukung revolusi Iran (pexels.com/Sima Ghaffarzadeh)

Di Munich, Jerman, ada lebih dari 250 ribu orang yang berdemo untuk mendukung revolusi Iran. Mereka ramai-ramai turun ke jalan dan mengutuk Pemerintah Iran yang dipimpin rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Polisi mengatakan, aksi demo tersebut merupakan salah satu yang terbesar di Kota Munich. Mereka juga tidak menyangka peserta demo akan sebanyak itu. 

"Dengan jumlah peserta yang tercatat, pertemuan ini merupakan salah satu demonstrasi terbesar yang diadakan di Munich dalam beberapa tahun terakhir. Suasana damai sangat patut diperhatikan meskipun jumlah peserta dalam pertemuan tersebut sangat tinggi," bunyi pernyataan resmi kepolisian Munich, seperti dilansir Fox News.

2. Sekitar 350 ribu warga di Toronto juga menggelar demo mendukung revolusi Iran

Orang-orang sedang berdemo.
ilustrasi demo mendukung revolusi Iran (pexels.com/Sima Ghaffarzadeh)

Sama seperti di Munich, ratusan ribu warga di Kota Toronto, Kanada, juga menggelar demo serupa. Menurut keterangan polisi setempat, ada sekitar 350 ribu orang di sana yang menggelar demo untuk mendukung revolusi Iran.

Di sisi lain, masih pada hari yang sama, sekitar 1.000 warga Australia di Melbourne ramai-ramai menggelar demo di depan gedung parlemen. Dalam aksi tersebut, para demonstran menuntut Pemerintah Australia untuk mencabut pengakuan mereka terhadap Iran sebagai negara berdaulat. Selain itu, para demonstran juga mendukung warga Iran untuk melakukan revolusi agar Iran berubah menjadi negara sekuler yang lebih demokratis.

Selain di Melbourne, aksi demo di Australia juga terjadi di Kota Sydney. Menurut keterangan polisi setempat, ada puluhan ribu warga di sana yang berdemo untuk mendukung revolusi Iran. Di kota-kota lainnya, seperti Tokyo, London, dan Athena juga dilaporkan ada ribuan warga yang menggelar demo serupa. 

3. Aksi demo global dilakukan menyusul protes di Iran pada Januari 2026 lalu

Warga Iran sedang melakukan protes.
ilustrasi protes di Iran (pexels.com/Sima Ghaffarzadeh)

Semua aksi demo tersebut digelar menyusul protes yang dilakukan warga Iran pada Januari 2026 lalu. Protes tersebut dipicu oleh kondisi ekonomi di Iran yang carut marut. Oleh karena itu, warga Iran berdemo turun ke jalan untuk menuntut pemerintah memperbaiki keadaan.

Sayangnya, Pemerintah Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei justru merespons protes tersebut dengan cara anarkis. Dengan bantuan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Pemerintah Iran menghabisi ribuan demonstran karena dinilai anti-pemerintah. 

Tindakan inilah yang kemudian menuai banyak kecaman dari berbagai negara. Banyak negara di dunia menilai Iran telah melanggar hukum internasional karena sudah menghabisi warganya sendiri. Padahal, Iran sebetulnya bisa merespons aksi protes dari warganya dengan "kepala dingin" sehingga bisa menyelesaikan masalah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

China Resmi Terapkan Bebas Visa untuk WN Kanada dan Inggris

18 Feb 2026, 07:09 WIBNews