Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CEK FAKTA: Stok BBM Menipis Hingga Picu Panic Buying

CEK FAKTA: Stok BBM Menipis Hingga Picu Panic Buying
Suasana di SPBU jalan Setia Budi Kota Medan yang menimbulkan kemacetan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Isu cadangan minyak hanya cukup 20 hari memicu panic buying BBM di berbagai daerah, dengan antrean panjang di SPBU dan video viral di media sosial.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM nasional aman, kapasitas penyimpanan sekitar 25 hari, dan masyarakat diminta tidak panik membeli berlebihan.
  • Pemerintah bersama Pertamina telah mengalihkan impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil untuk menjaga pasokan energi tetap stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Fenomena panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM) terjadi di masyarakat, di tengah isu cadangan minyak dalam negeri hanya cukup sampai 20 hari, menyusul eskalasi yang semakin memburuk di kawasan Timur Tengah.

Isu ini lantas memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di beberapa wilayah di Indonesia. Fenomena panic buying ini juga viral di media sosial TikTok, yang memperlihatkan antrean di SPBU dan sentra-sentra penjualan bahan bakar mengular.

Salah satu pengguna TikTok @owner_ranisflorist turut membagikan sebuah video yang memperlihatkan masyarakat Aceh Tengah berburu BBM di sebuah SPBU. Dalam video itu, antrean pembelian BBM terlihat mengular meskipun masih pagi buta.

"Efek perang Iran dan Amerika-Israel pagi buta warga sudah pada war minyak. Aceh Tengah, 5 Maret 2026," tulis pengguna TikTok tersebut, seperti dikutip IDN Times, Sabtu (7/3/2026).

1. Warga di Bangka antre berburu BBM

Suasana di SPBU jalan Setia Budi Kota Medan yang menimbulkan kemacetan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Suasana di SPBU jalan Setia Budi Kota Medan yang menimbulkan kemacetan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Selain di Aceh, antrean panjang juga terjadi di Kepulauan Bangka. Hal ini terlihat dari unggahan akun Satlantas Polres Bangka di media sosial TikTok.

Dalam unggahan itu, petugas kepolisian dari Satlantas Polres Bangka turut mengawal penjualan BBM di salah satu SPBU di daerah tersebut. Dalam unggahannya, Satlantas Polres Bangka menyayangkan adanya fenomena panic buying BBM di tengah masyarakat.

Tindakan membeli BBM berlebihan dinilai dapat merugikan masyarakat lain yang membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan penimbunan.

"Padahal kondisi tersebut justru dapat menimbulkan dampak negatif, seperti antrean panjang, kemacetan di sekitar SPBU, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban lalu lintas," tulis akun Satlantas Polres Bangka, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Lantas bagaimana faktanya terkait cadangan minyak dalam negeri? Berikut penjelasannya!

2. Bahlil sebut stok BBM aman tak perlu panic buying

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan stok BBM nasional masih berada dalam kondisi aman dan di atas standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah. Ia pun mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying BBM di tengah maraknya isu pasokan BBM Indonesia hanya tersisa sekitar 20 hari akibat penutupan Selat Hormuz.

Dia menjelaskan, kapasitas penyimpanan atau storage BBM Indonesia sejak lama memang berkisar 25 hari. Kondisi tersebut bukan hal baru dan telah menjadi karakteristik sistem cadangan energi nasional.

"Dari dulu kemampuan storage tempat penampung minyak kita memang sekitar 25 hari," ujarnya saat ditemui di Jakarta Jumat (7/3/2026).

3. Pemerintah cari alternatif impor minyak mentah ke AS hingga Brasil

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Dia juga menjelaskan, impor minyak mentah Indonesia dari kawasan Timur Tengah hanya sekitar 20 hingga 25 persen dari total kebutuhan. Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan sumber alternatif apabila terjadi gangguan pasokan dari kawasan tersebut.

Pasokan minyak mentah kini dialihkan dari Timur Tengah ke sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil.

"Kami dengan Pertamina sudah switch (berganti) dari Middle East kami ambil di Amerika, kemudian Nigeria, dan Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying," ujar Bahlil.

Adapun impor bensin Indonesia tidak berasal dari Timur Tengah, melainkan dari Singapura dan Malaysia, selain juga diproduksi dari kilang domestik. Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga meskipun terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian dibangun industri kilang dalam negeri. Jadi, Insya Allah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman dan sekali lagi saya katakan aman. Jadi nggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru. Insya Allah aman," kata Bahlil.

Kesimpulannya: faktanya, pemerintah memastikan stok BBM nasional memang cukup untuk 20 hari kedepan karena penyimpanan atau storage BBM memang berkisar 25 hari. Sehingga kondisi ini aman dan di atas standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More