Baret Biru Resmi Disematkan, 734 Prajurit Siap Ditugaskan ke Lebanon

- Sebanyak 734 prajurit TNI resmi menerima baret biru dan siap diberangkatkan ke Lebanon sebagai bagian dari Satgas Konga UNIFIL 2026 di bawah bendera PBB.
- Para prajurit telah menjalani pelatihan intensif lebih dari sebulan di PMPP TNI Sentul untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan operasional sebelum menjalankan misi perdamaian.
- Menko Polhukam Djamari Chaniago menegaskan pentingnya disiplin serta tanggung jawab prajurit dalam menjaga keselamatan dan nama baik Indonesia selama bertugas di wilayah konflik.
Jakarta, IDN Times - Suasana di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul terlihat ramai riuh pada Senin (11/5/2026). Ratusan prajurit TNI menerima pengarahan dari sejumlah pejabat tinggi, seperti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman. Pengarahan diberikan sebelum mereka ditugaskan sebagai bagian dari Satgas TNI Konga UNIFIL 2026 di Lebanon.
Berdasarkan data dari PMPP TNI, tahun ini ada 734 prajurit yang diberangkatkan ke Lebanon pada akhir Mei untuk menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian. Mereka akan menggantikan satgas sebelumnya yang kembali ke Tanah Air usai satu tahun bertugas.
"Para personel tersebut tergabung dalam enam satuan tugas, yaitu Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-T, Satgas Force Headquarters Support Unit TNI Konga XXVI-R, Satgas Military Police Unit TNI Konga XXV-R, Satgas Military Community Outreach Unit TNI Konga XXX-R, Satgas Civil Military Coordination TNI Konga XXXI-R, Satgas Tim Kesehatan TNI Konga XXIX-Q Level II Hospital UNIFIL TA 2026 dan personel Military Observer dan Military Staff UNIFIL," demikian keterangan tertulis, dikutip dari akun PMPP TNI, Selasa (12/5/2026).
Usai menerima pengarahan, perwakilan prajurit menerima baret biru yang menandakan baret pasukan penjaga perdamaian PBB. Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, mengatakan, penyematan baret United Nations merupakan tradisi pengukuhan, penghargaan dan simbol kebanggaan bagi prajurit TNI yang akan bertugas di bawah bendera PBB.
"Baret biru menjadi tanda kesiapan, kehormatan dan tanggung jawab prajurit TNI dalam membawa nama baik bangsa Indonesia pada misi perdamaian internasional," kata Iwan.
Indonesia tetap menunaikan mandat dari PBB dengan mengirimkan pasukan perdamaian ke Lebanon meskipun tahun ini empat anggota TNI gugur dalam misi tersebut. Bahkan, dua prajurit TNI gugur usai terkena serangan proyektil militer Israel.
1. Ratusan prajurit TNI telah mendapat pelatihan di Sentul selama sebulan

Iwan mengatakan, ratusan prajurit TNI telah menyelesaikan rangkaian latihan prapengerahan misi di PMPP TNI Sentul selama lebih dari satu bulan. Latihan itu diberikan sebagai pembekalan kemampuan, pengetahuan, disiplin dan kesiapan operasional sebelum prajurit diberangkatkan ke daerah misi UNIFIL di Lebanon.
"Momentum ini menjadi penegasan bahwa Satgas TNI Konga UNFIL TA 2026 siap melaksanakan tugas negara, menjaga kehormatan TNI dan berkontribusi aktif dalam misi perdamaian dunia," kata dia.
2. Menko Djamari sebut Indonesia punya rekam jejak dalam misi pemeliharaan PBB

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto bagi ratusan prajurit TNI yang hendak ditugaskan ke Lebanon. Dia mengatakan, misi perdamaian merupakan amanat konstitusi untuk turut menjaga ketertiban dunia sekaligus membawa kehormatan Bangsa Indonesia.
"Kalian mengemban tugas negara untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada bendera merah putih dan baret biru PBB. Betapa besar kepercayaan dan harapan bangsa ini kepada kalian," kata Djamari.
Djamari mengatakan, Indonesia memiliki rekam jejak panjang dan reputasi baik dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB. Bahkan, Djamari juga pernah menjadi bagian dari pasukan misi perdamaian yang ditugaskan ke Sinai, Mesir pada 1970-an di dalam misi United Nations Emergency Force II (UNEF II).
3. Menko Djamari minta prajurit yang tergabung di satgas UNIFIL patuhi aturan

Djamari juga meminta seluruh prajurit mematuhi aturan, menjaga disiplin dan tak lengah selama bertugas di daerah operasi. Setiap tindakan prajurit, kata dia, akan berdampak langsung terhadap keselamatan personel dan nama baik Indonesia.
"Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa. Beban itu ada di pundak kalian," kata Djamari.
Dia mengatakan, seluruh prajurit harus memahmi tujuan pengabdian dalam menjalankan tugas negara. Menurut dia, pengorbanan prajurit harus selalu diarahkan untuk kepentingan bangsa dan kehormatan Indonesia.















