Usai PHK, Eks Buruh Pabrik Tekstil Temukan Harapan di Dapur MBG

- Erna Pujiastuti, mantan buruh pabrik tekstil di Sukoharjo, kehilangan pekerjaan akibat perusahaan tempatnya bekerja dinyatakan pailit dan melakukan PHK massal.
- Setelah sempat menjadi ibu rumah tangga, Erna direkrut oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grajegan untuk mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pekerjaan di dapur MBG memberi Erna harapan baru untuk membantu ekonomi keluarga sekaligus berterima kasih pada program pemerintah yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat terdampak PHK.
Jakarta, IDN Times - Suasana sibuk sudah mulai terasa di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sejak pagi hari.
Dengan mengenakan masker dan penutup kepala, belasan orang terlihat tengah mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG), sebelum dibagikan kepada para penerima manfaat.
Salah satu pengemas MBG bernama Erna Pujiastuti, perempuan berusia 42 tahun asal Desa Jetis, Tawangsari. Di salah satu sudut dapur, ia terlihat memasukkan nugget pisang ke dalam wadah plastik mika, menaburkan keju parut dan meses cokelat di atasnya, hingga mengemasnya dengan cepat.
Tangannya terlihat begitu gesit, seolah-olah ia sudah terbiasa dengan ritme kerja SPPG yang membutuhkan ketangkasan. Tak heran, Erna dulunya merupakan pekerja di salah satu pabrik raksasa tekstil yang berlokasi di Sukoharjo.
1. Perusahaan pailit membuat Erna kena PHK

Erna terpaksa meninggalkan pekerjaannya beberapa waktu lalu, setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi perusahaan yang pailit saat itu membuatnya bersama ribuan rekannya kehilangan penghasilan tetap.
"Dan setelah terkena PHK, saya jadi ibu rumah tangga saja di rumah sehari-hari, tidak kerja apapun" ujar Erna dalam keterangan, dikutip Selasa (17/3/2026).
2. Erna akhirnya bekerja di SPPG Grajegan

Setelah dirumahkan, suami Erna menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Namun, penghasilannya tidak menentu karena bekerja sebagai tukang.
Kondisi tersebut terasa kian berat, karena Erna juga harus menopang kebutuhan ibunya yang telah lanjut usia, serta membiayai anaknya yang baru memasuki bangku SMA.
Oleh karena itu, Erna tidak ingin berpangku tangan. Ia tetap ingin berkontribusi finansial secara langsung kepada keluarganya. Untungnya, tak berselang lama, Erna direkrut SPPG Grajegan untuk bekerja di bagian pemorsian atau pengemasan menu MBG.
"Sekarang saya kerja di MBG Grajegan, Tawangsari. Di sini saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga membantu suami," ujarnya.
3. Dapur MBG jadi harapan baru

Bagi Erna, bekerja di dapur MBG menjadi harapan baru setelah mengalami PHK. Melalui pekerjaan tersebut, ia kini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga membantu suami, serta mendukung kebutuhan pendidikan anaknya.
Erna pun mengaku bersyukur atas kehadiran program MBG, karena telah memberikan kesempatan bagi dirinya dan masyarakat lainnya, untuk kembali bangkit setelah kehilangan pekerjaan.
"Program ini sangat bagus soalnya bisa menyerap tenaga kerja. Saya berharap sama Pak Presiden Prabowo Subianto untuk terus menjalankan program ini," ujar Erna.
4. Presiden Prabowo buka harapan baru

Erna pun berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena program MBG telah membuka harapan baru, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi banyak orang, serta anak-anak Indonesia yang menjadi penerima manfaat.
"Semoga Pak Prabowo selalu sehat, selalu diberi umur panjang," ucap Erna.

















