Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rahasia Kenabian Muhammad yang Terungkap di Hadapan Pendeta Bahira

Rahasia Kenabian Muhammad yang Terungkap di Hadapan Pendeta Bahira
Ilustrasi orang-orang Arab sedang berjalan di gurun pasir. (Nano Banana 2/Rochmanudin)
Intinya Sih
  • Pendeta Bahira di Busra melihat tanda-tanda luar biasa pada seorang anak muda bernama Muhammad saat kafilah dagang Quraisy melintas menuju Syam.
  • Bahira menguji keyakinan Muhammad dan menemukan tanda kenabian di antara kedua pundaknya, sesuai catatan dalam kitab sucinya.
  • Setelah menyadari potensi besar pada diri Muhammad, Bahira memperingatkan Abu Thalib agar segera membawanya pulang ke Makkah demi keselamatannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Di tengah teriknya perjalanan kafilah dagang Quraisy menuju Syam--Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon--sebuah kejadian di luar nalar tertangkap oleh mata tajam seorang pendeta bernama Bahira.

Sebagaimana mengutip Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, dari dalam biaranya di Busra--kota kuno bersejarah yang terletak di Provinsi Daraa, bagian selatan Suriah--ia tidak melihat sekadar rombongan pedagang biasa.

Mata Bahira terpaku pada segumpal awan yang terus menaungi seorang anak muda di tengah arak-arakan, serta ranting-ranting pohon yang merunduk luluh seolah memberi salam takzim saat anak itu bernaung di bawahnya.

1. Jamuan yang tak biasa

Ilustrasi Kota Makkah
Ilustrasi pasar tradisional di Arab masa kenabian. (Nano Banana 2/Rochmanudin)

Bahira yang menghabiskan hidupnya mempelajari kitab-kitab kuno warisan para rahib, segera menyadari bahwa sesuatu yang besar tengah terjadi. Ia pun menyiapkan jamuan besar dan meminta seluruh anggota kafilah hadir, tanpa terkecuali.

Namun, saat rombongan tiba, Bahira merasa ada yang kurang. Sifat-sifat agung yang ia cari belum tampak pada orang-orang dewasa Quraisy.

"Apakah masih ada yang tertinggal?" tanya Bahira.

Ternyata, anak muda bernama Muhammad tetap berada di bawah pohon untuk menjaga perbekalan karena usianya yang masih kecil. Atas desakan Bahira, Muhammad pun diajak bergabung dalam jamuan tersebut.

2. Tanda di balik jubah Muhammad

Ilustrasi musafir di Arab Saudi
Ilustrasi musafir di Arab masa kenabian. (Nano Banana 2/Rochmanudin)

Usai makan, Bahira mendekati Muhammad. Ia menguji sang pemuda dengan bertanya demi Al-Lata dan Al-Uzza—sumpah yang biasa digunakan kaum Quraisy. Namun, Muhammad kecil menjawab tegas, "Janganlah sekali-kali engkau bertanya tentang sesuatu pun kepadaku dengan menyebut nama Al-Lata dan Al-Uzza. Demi Allah, tidak ada yang sangat aku benci melebihi keduanya."

Mendengar itu, Bahira semakin yakin. Ia menanyakan tentang kondisi tidur dan postur tubuh sang anak, yang semuanya cocok dengan catatan dalam kitab sucinya.

Puncaknya, Bahira melihat ke arah punggung Muhammad dan menemukan tanda kenabian di antara kedua pundaknya, yang tampak seperti bekas bekam.

3. Peringatan pada Abu Thalib

Ilustrasi rumah arab
Ilustrasi permukiman di Arab pada masa lampau (Nano Banana 2/Rochmanudin)

Bahira kemudian menemui Abu Thalib dan bertanya, "Siapakah anak muda ini?" Abu Thalib menjawab, "Dia anakku." Namun Bahira menyanggah, "Tidak, dia bukan anakmu. Anak muda ini tidak layak memiliki ayah yang masih hidup."

Setelah Abu Thalib mengakui bahwa Muhammad adalah keponakannya yang yatim, Bahira memberikan peringatan keras.

"Segera bawa pulang ponakanmu ini ke negerimu! Jagalah dia dari kejahatan orang-orang Yahudi! Demi Allah, jika mereka melihatnya seperti yang aku saksikan, niscaya mereka membunuhnya. Sesungguhnya akan terjadi suatu perkara besar pada ponakanmu ini."

Tanpa membuang waktu, Abu Thalib segera merampungkan urusan bisnisnya, dan membawa pulang sang calon Nabi ke Makkah, demi keselamatannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More