“Setelah penarikan pasukan internasional saat ini, Turki ingin mengambil bagian dalam semua inisiatif yang akan diluncurkan untuk mendukung keamanan di kawasan itu dan memastikan kedaulatan Lebanon. Berakhirnya mandat pasukan sementara PBB di Lebanon, UNIFIL, yang ditempatkan di Lebanon selatan, akan menjadi perkembangan penting,” kata Erdogan, seperti dilansir Arab News.
Turki Mau Gabung Pasukan Perdamaian Pengganti UNIFIL di Lebanon

- Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan Turki ingin bergabung dalam pasukan perdamaian pengganti UNIFIL di Lebanon setelah mandat pasukan PBB itu berakhir.
- Ankara menilai pengerahan pasukan ke Lebanon selatan dapat mendukung keamanan, kedaulatan Lebanon, menghadapi ancaman Israel, serta memperkuat hubungan diplomatik dan dukungan bagi militer Lebanon.
- Prancis dan Italia juga berencana mengirim pasukan dalam pengaturan pasca-UNIFIL, sementara mandat UNIFIL yang dibentuk pada 1978 akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Turki mengatakan ingin bergabung dengan pasukan perdamaian baru untuk menggantikan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, UNIFIL. Keinginan itu disampaikan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam pernyataan tertulis yang dibuat usai menerima kunjungan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, di Ankara, Kamis (30/7/2026). Erdogan mengatakan, dirinya tertarik mengirim pasukan untuk menggantikan UNIFIL di Lebanon.
1. Turki ingin ikut menjaga keamanan Lebanon

Erdogan menjelaskan, pihaknya ingin mengirim pasukan perdamaian baru ke Lebanon karena ingin ikut mengamankan negara tersebut dari ancaman Israel. Ia mengatakan, pengiriman pasukan perdamaian Turki ke Lebanon selatan untuk menggantikan UNIFIL bisa menjadi alat bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan diplomatik. Sebab, Ankara dan Beirut sudah menjalin kerja sama yang menguntungkan sejak era 2000-an.
“Saya yakin, kunjungan ini akan menandai awal dari fase baru dalam hubungan Lebanon dan Turki, dengan tema kemitraan, kepercayaan, dan aksi bersama. Tentu saja, dukungan kami untuk Angkatan Bersenjata Lebanon akan terus berlanjut dalam konteks keamanan,” lanjut Erdogan dilansir Times of Israel.
2. Prancis dan Italia juga ingin bergabung dengan pasukan perdamaian pengganti UNIFIL

Selain Turki, negara-negara lainnya juga tertarik bergabung dengan pasukan pengganti UNIFIL di Lebanon. Beberapa negara yang juga tertarik terdiri dari Prancis dan Italia. Pada 25 Juni lalu, Paris dan Roma sudah mengumumkan akan mengirimkan pasukan perdamaian baru ke Lebanon selatan untuk menggantikan UNIFIL.
"Kami ingin meluncurkan koalisi untuk pengaturan pasca-UNIFIL, tentunya berkoordinasi dengan Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk memperkuat kedaulatan Lebanon dan angkatan bersenjatanya," kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dilansir Daily Sabah.
3. Masa tugas UNIFIL akan usai pada akhir 2026

Sebagai informasi, UNIFIL merupakan pasukan perdamaian PBB yang ditugaskan di Lebanon. Pasukan ini dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB pada 1978 untuk menjaga perdamaian di wilayah perbatasan Israel dan Lebanon yang ada di Lebanon selatan. Sebab, wilayah tersebut sering menjadi tempat bentrokan antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF).
Pada 2025 lalu, Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk mengakhiri masa tugas UNIFIL di Lebanon pada 31 Desember 2026. Keputusan ini diambil karena Dewan Keamanan PBB menilai keberadaan UNIFIL sudah tidak efektif lagi untuk menjaga perdamaian di Lebanon selatan.




















