BMKG Prediksi DKI Diguyur Hujan Intensitas Sedang hingga 15 Januari

- Banjir di Jakarta disebut dipicu hujan intensitas tinggi.
- Pemprov DKI Jakarta siagakan 1.200 pompa untuk antisipasi banjir.
- Jalan tol menuju ke Bandara Soetta sudah bisa dilalui usai tergenang 20 centimeter.
Jakarta, IDN Times - Warga Jakarta harus tetap menyiapkan payung karena hujan diperkirakan masih tetap mengguyur ibu kota hingga Kamis (15/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi hujan ringan hingga hujan lebat akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jakarta.
"Hujan (intensitas) sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih hadir dengan kategori peringatan dini dan wilayah potensi kejadian di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, Bali, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara hingga Papua," demikian dikutip dari akun media sosial BMKG pada Selasa (13/1/2026).
Sementara, selama tiga hari hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diperkirakan bakal turun di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur dan Papua Pegunungan.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan pekerjaan.
1. Banjir di Jakarta disebut dipicu hujan intensitas tinggi

Sementara, warga Jakarta mengawali pekan ini dengan menghadapi banjir di hampir seluruh wilayah. Jakarta Utara dan Jakarta Selatan menjadi wilayah yang paling terdampak pada Senin kemarin.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan banjir disebabkan curah hujan yang tinggi pada Senin kemarin. Kondisi itu diperparah dengan kemunculan banjir rob di wilayah Jakarta Utara.
"Beberapa hari ini sebenarnya curah hujan cukup tinggi dan juga ada banjir rob," ujar Pramono usai meresmikan Waduk Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin kemarin.
Banjir di Jakarta, kata gubernur dari PDI Perjuangan (PDIP) telah ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air Jakarta. Ia pun meminta agar banjir di Jakarta harus diperhatikan setiap hari.
"Alhamdulillah sampai hari ini, kalau toh ada genangan, 1 jam-1,5 jam genangan itu bisa kami pompa dan kami turunkan," tutur dia.
2. Pemprov DKI Jakarta siagakan 1.200 pompa untuk antisipasi banjir

Lebih lanjut, Pramono mengatakan pihaknya sudah menyiagakan 1.200 pompa baik stationer maupun portable yang tersebar diseluruh wilayah Jakarta. "Sekarang ini semuanya kami siagakan ada 1.200 pompa. Kurang lebih 600 pompa yang portabel dan 600 pompa yang stasioner," ujar Pramono.
Mantan Menteri Sekretaris Kabinet itu menyampaikan banjir di Jakarta kini relatif dapat ditangani secara cepat berkat kesiagaan sarana dan prasarana di lapangan. Ia mengambil kondisi di Ancol yang mengalami kenaikan permukaan air laut. Tetapi, situasi itu dapat ditangani oleh petugas di lapangan.
"Kalau lihat sekarang curah hujan yang seperti ini dulu pasti udah genangan di mana-mana," katanya.
3. Jalan tol menuju ke Bandara Soetta sudah bisa dilalui usai tergenang 20 centimeter

Sementara, akses keluar tol Sedyatmo menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, dipastikan sudah bisa dilewati dengan normal oleh kendaraan sejak pukul 12.00 pada Senin kemarin. "Untuk saat ini, di KM 33 atau akses keluar tol Sedyatmo menuju Bandara Soekarno Hatta, tepatnya di depan Hotel Ibis, sudah bisa dilalui. Baik itu di lajur kiri, tengah ataupun sebelah kanan,” ujar Kasat Lantas Polresta Bandara Soetta AKP Sularno, Senin (12/1/2026).
Saat ini, ketinggian genangan air hanya sekitar 5 cm. Sebelumnya, ketinggian genangan air mencapai 20 cm. Sehingga, terjadi perlambatan kecepatan mobil dan banyak pengendara memilih jalur yang tidak tergenang air. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang.



















