LPOI Desak Hentikan Konflik, Dukung Prabowo Jadi Mediator AS-Iran

- LPOI mendesak penghentian konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta menyoroti dampak negatif seperti krisis pangan, energi, pengungsi, dan pelanggaran hak asasi manusia.
- LPOI mendukung Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator dalam dialog AS-Iran, menilai Indonesia punya posisi strategis untuk memimpin diplomasi perdamaian global.
- LPOI menegaskan pentingnya penegakan hukum internasional tanpa standar ganda dan menyerukan persatuan nasional demi diplomasi yang independen serta menjaga kedaulatan Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) mendesak konflik antara Amerika Serikat dan Israel menghadapi Iran segera dihentikan. Tidak cuma itu, mereka juga mendukung Presiden Prabowo Subianto jadi moderator untuk AS-Iran.
"Indonesia harus mampu memimpin diplomasi perdamaian yang proaktif dan berani, dengan menginisiasi dialog tingkat tinggi, mendorong gencatan senjata permanen, memperjuangkan koridor kemanusiaan tanpa hambatan,” ujar Ketua Umum LPOI Said Aqil Siroj dalam keteranngan resmi.
1. Konflik akan memicu banyak hal negatif

LPOI mengungkapkan, konflik macam ini berpotensi menimbulkan krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, pelanggaran hak asasi manusia, serta instabilitas ekonomi global.
Selain itu, praktik kolonialisme dalam bentuk apapun, baik melalui agresi militer, okupasi wilayah, dominasi ekonomi yang eksploitatif, bertentangan secara langsung dengan hukum internasional dan prinsip kesetaraan antarnegara.
“Dunia tidak membutuhkan eskalasi. Dunia membutuhkan de-eskalasi yang bermartabat. Dunia membutuhkan kepemimpinan yang berpijak pada nurani, bukan dominasi global,” kata Said Aqil.
2. Indonesia bisa jadi jembatan di tengah kekacauan

Saiq Aqil menilai Indonesia, dengan politik luar negeri bebas dan aktif, memiliki legitimasi historis dan posisi strategis untuk tampil sebagai jembatan dialog di tengah polarisasi geopolitik global.
Maka dari itu, LPOI menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Presiden Prabowo untuk memperkuat diplomasi internasional yang berorientasi pada perdamaian berkeadilan.
“Di tengah dinamika global yang sarat tekanan dan kepentingan, Indonesia harus mampu berdiri tegak, tidak boleh tunduk pada kekuatan mana pun, tidak terseret dalam rivalitas blok, dan tidak mengorbankan prinsip demi kompromi pragmatis,” kata Said Aqil.
3. Pentingnya penegakan hukum internasional

Selain menyerukan penghentian perang, LPOI juga menekankan pentingnya penegakan hukum internasional tanpa standar ganda serta penolakan terhadap segala bentuk kolonialisme, baik militer, ekonomi, maupun struktural.
LPOI juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional guna mendukung langkah diplomasi pemerintah yang tegas, independen, dan bermartabat, demi mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan serta menjaga kedaulatan Indonesia.

















