Banjir Rendam 63 RT di Jakarta Akibat Hujan Deras Seharian

- Banjir di Jakarta melanda 63 RT dan 23 ruas jalan akibat hujan deras sejak Senin.
- Ketinggian air bervariasi mulai dari 10-100 sentimeter, disebabkan oleh luapan sungai Ciliwung dan Krukut.
- Wilayah Jakarta Barat, Selatan, Timur, dan Utara terdampak banjir, mengganggu mobilitas masyarakat.
Jakarta, IDN Times – Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sepanjang Senin (12/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah tempat di Jakarta.
"Hingga pukul 21.00 WIB terdapat 63 RT dan 23 ruas jalan yang masih tergenang banjir" kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, M Yohan, dalam keterangan.
Yohan menjelaskan banjir terjadi di wilayah Jakarta Barat, Selatan, Timur, dan Utara, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga 100 sentimeter.
"Penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi serta luapan sejumlah sungai seperti Kali Krukut dan Kali Ciliwung," katanya.
Di Jakarta Barat, tercatat 12 RT tergenang yang tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kamal, dan Tegal Alur. Ketinggian air mencapai 75 sentimeter dan hingga kini masih dalam proses penanganan.
Sementara untuk Jakarta Selatan, genangan terjadi di 19 RT, antara lain Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur, dengan ketinggian tertinggi mencapai 100 sentimeter.
Lalu untuk wilayah Jakarta Timur, banjir melanda 18 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
"Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 35 hingga 100 sentimeter, dipicu oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung," ujarnya.
Sementara di Jakarta Utara, terdapat 14 RT tergenang, yakni Kelurahan Tanjung Priok, Lagoa, Kebon Bawang, Sukapura, Semper Barat, dan Warakas, dengan ketinggian air hingga 60 sentimeter.
Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi 23 ruas jalan di berbagai wilayah, terutama di Jakarta Utara dan Barat, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.
"Kami berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik, bersama lurah dan camat setempat," ujar Yohan.
















