Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

30 Ribu Orang Mengungsi di Lebanon Imbas Perang di Timur Tengah

30 Ribu Orang Mengungsi di Lebanon Imbas Perang di Timur Tengah
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • PBB melaporkan sekitar 30 ribu orang mengungsi di Lebanon akibat meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah, dengan jumlah pengungsi diperkirakan terus bertambah.
  • Pemerintah Lebanon membuka 21 tempat penampungan sementara WFP menyalurkan bantuan makanan, meski rantai pasokan kemanusiaan terganggu oleh situasi perang dan hambatan transportasi.
  • Sejak Senin, serangan udara Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya 52 orang dan melukai lebih dari 150 lainnya, memicu kekhawatiran PBB atas eskalasi kekerasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (3/3/2026), melaporkan sedikitnya 30 ribu orang mengungsi di Lebanon sejak permusuhan antara Israel dan Hizbullah meningkat pekan ini. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah.

Militer Israel melancarkan serangan udara di Lebanon sejak Senin (2/3/2026) usai kelompok Hizbullah menembakkan roket ke Israel sehari sebelumnya. Aksi Hizbullah ini merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang sejauh ini telah menewaskan hampir 800 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

“Perkiraan konservatif menunjukkan bahwa hampir 30 ribu orang ditampung dan didaftarkan di tempat penampungan kolektif. Masih banyak lagi yang tidur di mobilnya di pinggir jalan atau masih terjebak kemacetan" kata juru bicara badan pengungsi PBB (UNHCR), Babar Baloch, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.

1. Banyak pengungsi Suriah di Lebanon kembali ke negara asalnya

ilustrasi pengungsi
ilustrasi pengungsi (unsplash.com/Nikita Sinyaev)

Baloch mengungkapkan bahwa pengungsian besar-besaran terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan, Lembah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut. Hal ini terjadi setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada penduduk di lebih dari 53 desa di Lebanon dan melancarkan serangan udara intensif di ketiga wilayah tersebut.

Sementara itu, di perbatasan Lebanon-Suriah, UNHCR menyaksikan peningkatan pergerakan lintas batas, dengan banyak pengungsi Suriah di Lebanon kembali menyeberang ke negara asalnya.

“Kami memiliki rencana kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan arus masuk dari Lebanon jika situasi semakin memburuk,” ujar Baloch.

2. Pemerintah Lebanon telah buka 21 tempat penampungan pengungsi

ilustrasi pengungsi
ilustrasi pengungsi (pexels.com/Ahmed akacha)

Dilansir The Straits Times, Program Pangan Dunia (WFP) juga memperkirakan jumlah warga yang mengungsi akan meningkat jauh lebih tinggi. Badan tersebut menyebutkan bahwa sejauh ini, pemerintah Lebanon telah membuka 21 tempat penampungan.

“Dalam beberapa jam setelah tempat penampungan dibuka di Lebanon, WFP sudah berada di lapangan dengan menyediakan makanan hangat, ransum siap saji, dan roti bagi keluarga yang tidak memiliki tempat lain untuk bertahan hidup,” kata Direktur Regional WFP untuk Timur Tengah, Samer Abdeljaber, yang berbicara dari Kairo, Mesir.

Ia menuturkan bahwa dampak konflik terhadap pengiriman barang dan transportasi udara semakin membebani rantai pasokan kemanusiaan. Oleh sebab itu, WFP kini berupaya mengalihkan distribusi bantuan melalui jalur darat dari Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

3. 52 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak Senin

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Sementara itu, pada Selasa, Hizbullah menyatakan telah menargetkan tiga pangkalan militer Israel sebagai respons atas serangan Israel terhadap basis-basis kelompok tersebut di Lebanon, termasuk wilayah pinggiran selatan Beirut.

Dilansir RFI, juru bicara kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR), Ravina Shamdasani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik di Lebanon. Ia merujuk pada laporan mengenai korban sipil dan kerusakan infrastruktur sipil, serta pengungsian ulang dalam jumlah besar di Lebanon selatan.

“Kami mendesak kedua pihak untuk segera mengakhiri eskalasi besar kekerasan ini dan kembali pada gencatan senjata yang telah disepakati,” ujarnya.

Dilansir Anadolu, sedikitnya 52 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Lebanon sejak Senin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More