Tim Patroli Koops TNI Papua Tangkap 7 Anggota OPM dan Sita Senjata Api

- Tim Patroli Koops TNI Papua menggagalkan serangan kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, Mimika, yang menyebabkan satu anggota KKB tewas dan enam lainnya ditangkap.
- Seorang ibu rumah tangga terluka akibat tembakan OPM saat penyerangan permukiman warga, namun berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke fasilitas kesehatan oleh aparat.
- TNI menyita sejumlah barang bukti seperti pistol FN, amunisi, senapan angin, serta perlengkapan lain, dan menegaskan pengamanan wilayah Papua Tengah akan terus diperkuat.
Jakarta, IDN Times – Tim Patroli Koops TNI Papua menggagalkan upaya penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin, 2 Maret 2026.
Dalam insiden tersebut, satu anggota KKB tewas dan enam lainnya ditangkap, sementara seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban penembakan oleh Operasi Papua Merdeka (OPM) berhasil diselamatkan.
1. KKB serang permukiman warga hingga seorang ibu terluka

Aksi bermula saat kelompok bersenjata melepaskan tembakan di sekitar permukiman warga. Seorang ibu rumah tangga mengalami luka tembak di bagian tangan dan kaki, akibat serangan OPM.
"Personel patroli yang menerima laporan warga, langsung bergerak menuju lokasi, mengamankan situasi, serta mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan," ujar Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, dalam keterangan pers, Rabu (4/3/2026).
2. Enam anggota KKB ditangkap dan satu lainnya tewas

Wirya mengatakan kelompok bersenjata kembali melakukan penyerangan saat aparat tengah mengamankan ibu-ibu tersebut, hingga seorang anggota KKB tewas di tempat kejadian.
“Kelompok bersenjata menembaki personel yang sedang melaksanakan pengamanan dan evakuasi. Tim patroli membalas tembakan secara terukur, sehingga satu pelaku tewas dan enam lainnya berhasil diamankan,” ujarnya.
3. Tim Patroli TNI aman sejumlah barang bukti

Dalam patroli keamanan tersebut, Tim Patroli Koops TNI Papua juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk pistol FN, 3 butir amunisi kaliber 9 mm, 1 pucuk senapan angin, panah dan busur, 1 unit power bank, serta barang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
"Pengamanan wilayah akan terus diperkuat guna menjamin keselamatan masyarakat, dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah," tegas Wirya.
















