Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatra Capai 1.189 Jiwa

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatra Capai 1.189 Jiwa
SMP Negeri 1 Kejuruan Muda di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang terdampak banjir. (IDN Times/Prayugo Utomo)
Intinya sih...
  • Sebanyak 195.542 warga masih tinggal di tempat pengungsian, dengan prioritas pemenuhan kebutuhan dan pemulihan konektivitas
  • BNPB usulkan bangun 27.575 hunian sementara untuk warga yang terdampak, dengan 4.820 unit sedang dalam tahap pengerjaan fisik
  • 1.950 warga telah menerima dana tunggu hunian senilai Rp600 ribu per bulan, serta dukungan logistik dan operasional udara secara masif dan simultan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data mengenai korban akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Berdasarkan data dashboard BNPB, per Rabu, korban meninggal dunia sudah mencapai 1.189 jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah, karena masih ada 141 orang yang dilaporkan hilang.

Kepala Pusat, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci 550 jenazah ditemukan di Provinsi Aceh, 375 jiwa ditemukan di Sumatra Utara dan 231 jiwa ada di Sumatra Barat.

"Sementara, 33 jiwa masih dalam proses identifikasi. Jadi, sejauh ini tercatat total 1.189 jiwa yang ditemukan meninggal dunia," ujar Abdul, Rabu (14/1/2026).

Sejauh ini dari tiga provinsi, tersisa Aceh yang masih memperpanjang masa tanggap darurat hingga 22 Januari 2026. Abdul mengatakan perpanjangan status tanggap darurat di Aceh disebabkan masih ada empat kabupaten, atau kota yang terdampak cukup parah dan belum pulih.

"Jadi, terhitung dari 8 hingga 22 Januari 2026. Ini dikarenakan masih ada empat kabupaten atau kota dari total 18 kabupaten atau kota terdampak di Provinsi Aceh yang masih memperpanjang status tanggap daruratnya. Sehingga langkah itu diikuti oleh kebijakan Pemprov," katanya di Graha BNPB, Jumat, 9 Januari 2026.

Lantaran masih memperpanjang status tanggap darurat, tim satgas gabungan masih melakukan pencarian korban. Sementara, di Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat, sudah bergeser dari tanggap darurat menjadi transisi tanggap darurat. Namun, tim satgas gabungan tidak lagi proaktif melakukan pencarian korban.

"Pencarian korban sudah dihentikan. Tetapi, tim SAR masih terus stand by. Artinya, bila ada informasi dari masyarakat mengenai lokasi dan posisi yang diidentifikasi posisi korban, maka tim SAR akan melakukan pencarian di titik tersebut," tutur dia.

1. Sebanyak 195.542 warga masih tinggal di tempat pengungsian

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatra Capai 1.189 Jiwa
Petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan gelondongan kayu di pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlishin, Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (21/12/2025). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Lebih lanjut, Abdul mengatakan, masih ada 195.542 jiwa yang tinggal di tempat pengungsian nyaris dua bulan pascabencana. Aceh Utara, dalam catatan BNPB, menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi yakni mencapai 67.876 jiwa.

Ia menyebut di fase pemulihan kontektivitas, BNPB memprioritaskan pemenuhan kebutuhan yaitu pemasangan 270 unit jembatan bailey yang tersebar di Aceh (137 unit), Sumatra Barat (106 unit) dan Sumatra Utara (27 unit).

"Hingga saat ini sebanyak 20 unit (jembatan bailey) telah terpasang, 10 unit sedang dalam proses pemasangan serta 117 unit jembatan aramco telah dikirimkan khusus untuk wilayah Aceh," tutur dia.

Ia mengatakan Jembatan Bailey Jamur Ujung di Kabupaten Aceh Tengah kini menjadi jalan poros Bireuen-Takengon yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Perakitan Jembatan Krueng Pelang, kata Abdul, kini sudah mencapai 80 persen dari proses pemasangan.

Di fase pemulihan, satgas terpadu juga fokus untuk membersihkan sungai. Salah satu sungai yang fokus untuk dibersihkan dari sisa materi banjir berlokasi di Aceh Tamiang. Fasilitas publik lainnya juga terus dibenahi.

"Semua itu dilakukan berkat sinergi Satgas Yonzipur 5/ABW dan tim Operasi Aman Nusa II-2025," katanya.

2. BNPB usulkan bangun 27.575 hunian sementara

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatra Capai 1.189 Jiwa
Warga mulai menempati hunian sementara yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Sementara, terkait tempat tinggal bagi warga yang terdampak, BNPB memprioritaskan tempat bagi warga rumahnya yang mengalami kerusakan berat. Total ada 49.296 rumah yang mengalami kerusakan berat, sedangkan usulan hunian sementara kini mencapai 27.575.

"Saat ini sebanyak 4.820 unit hunian sementara sedang dalam tahap pengerjaan fisik," kata Abbul.

Di Provinsi Aceh, kata Abdul, pembangunan huntara bisa dikebut berkat bantuan dari Danantara. Sebanyak 200 unit hunian sementara sudah diserahterimakan kepada masyarakat di sejumlah lokasi prioritas.

3. Sebanyak 1.950 warga telah menerima dana tunggu hunian

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatra Capai 1.189 Jiwa
Pertamina salurkan air bersih untuk warga Aceh Tamiang (dok.Pertamina)

BNPB juga menyebut saat ini sudah ada 1.950 keluarga yang menerima dana tunggu hunian (DTH) senilai Rp600 ribu per bulan. Dana itu dialokasikan bagi warga yang tidak bersedia tinggal di hunian sementara, entah karena mengungsi ke rumah keluarganya yang lain atau memilih menyewa hunian sendiri.

"DTH sudah menjangkau 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang telah disiapkan bagi warga terdampak," kata Abdul.

Ia juga menyampaikan dukungan logistik dan operasional udara dijalankan secara masif dan simultan. Total logistik yang sudah berhasil didistribusikan mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari total logistik yang masuk.

"Operasi ini melibatkan 56 sortie pesawat charter BNPB (816.201 kilogram), 61 sortie pesawat Hercules (357.564 kilogram), 53 truk darat serta 7 kapal laut termasuk KRI Banjarmasin dan KRI Surabaya," tutur dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Pramono Sebut Perkara Hukum Pembatalan Proyek Monorel Sudah Selesai

14 Jan 2026, 11:42 WIBNews