Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasi 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) secara permanen. Dari data tersebut, ada 98 dapur di wilayah 1 (Sumatera), 311 dapur di wilayah 2 (Jawa), dan 424 dapur di wilayah 3 (Indonesia bagian tengah dan timur).
"Selain itu, kami telah menemukan ada 883 dapur yang kami suspend per hari ini, yang terdiri dari 98 di wilayah 1, 311 di wilayah Jawa dan Madura, dan wilayah 3 ada 424," kata Kepala BGN Sudaryono dalam jumpa pers di kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Menurut dia, dapur-dapur yang diberhentikan secara permanen karena melakukan pelanggaran. Ia memastikan dapur yang diberhentikan ditutup dan tidak dibayar sepeser pun.
"Dapur yang di-suspend secara permanen ini itu bukan kayak yang lalu, misalnya dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau ini udah di-suspend, tutup, enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran," kata dia.
Terakhir, Mantan Wamentan RI itu mengajak masyarakat untuk turut mengawasi program MBG sebagai upaya transparansi. Orangtua siswa dapat mengakses informasi mengenai program MBG.
"Bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini. Kami harapkan minggu depan, per minggu depan kami harapkan akan bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa. Jadi orang tua siswa bisa mengakses by system itu kemudian anaknya sekolah di mana, karena sekolah itu dapat makan MBG yang menunya apa, dan kemudian menu itu dimasak di dapur yang mana, dan Kepala SPPG-nya siapa," jelasnya.
