Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Demi Keluarga, Affan Kurniawan Tak Pernah Ngeluh Meski Tubuhnya Sakit

WhatsApp Image 2025-08-29 at 11.57.55 (1).jpeg
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) RI Mugiyanto melayat ke kediaman mendiang Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas usai dilindas mobil rantis polisi (Dok. Humas Kementerian HAM)
Intinya sih...
  • Affan Kurniawan menjadi tulang punggung keluarga sebelum tewas dilindas mobil rantis polisi saat kericuhan di Jakarta.
  • Affan tak pernah mengeluh meski tubuhnya sakit karena lelah bekerja, berbuat baik kepada kedua orang tuanya, dan membahagiakan keluarganya.
  • Zulkifli memilih untuk pasrah atas kematian anaknya, meminta media tidak mencari kesalahan, dan menitip pesan kepada mahasiswa agar tidak terprovokasi.
  • Affan tidak pernah mengeluh meski sakit
  • Zulkifli pasrah pada hukum dan berharap tidak ada kesalahan
  • Zulkifli meminta agar kejadian yang menimpa Affan tidak terulang lagi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Usai memakamkan anaknya, Affan Kurniawan, di TPU Karet Bivak pada Jumat pagi (29/8/2025), Zulkifli kembali ke rumah kontrakannya yang sederhana.

Dengan wajah lelah dan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bagaimana putranya menjadi tulang punggung keluarga sebelum tewas dilindas mobil rantis polisi saat kericuhan di Jakarta, Kamis malam (28/8).

“Masalah Affan dibilang tulang punggung keluarga betul. Karena dia telah membantu saya selama ini sebagai orang tua dan saya sama seperti Affan Kurniawan driver online,” ucapnya lirih.

1. Tidak pernah mengeluh apapun

WhatsApp Image 2025-08-29 at 11.34.58.jpeg
Lautan driver ojol mengiringi kepergian Affan Kurniawan yang tewas usai dilindas mobil rantis polisi. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kenangan tentang Affan membuat Zulkifli tak kuasa menahan emosi. Ia mengingat betul bagaimana putranya tak pernah mengeluh, meski tubuhnya kadang sakit karena lelah bekerja.

“Dan Affan selama ini, dia berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Dia tidak pernah mengeluh apapun yang dia jalankan demi membahagiakan ibunya ataupun keluarganya. Sekalipun dia itu merasa ada rasa sakit di badannya,” katanya.

2. Serahkan pada hukum

WhatsApp Image 2025-08-29 at 07.47.31.jpeg
Suasana Rumah Duka Affan Kurniawan, Ojol yang dilindas mobil Polisi. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Meski duka mendalam menyelimuti, Zulkifli memilih untuk pasrah. Ia berharap kematian anaknya tidak menjadi ajang mencari kesalahan.

“Dan saya mohon tolong jangan sampai semua ini untuk mencari kesalahan. Saya minta kepada mitra-mitra online cukup anak saya yang menjadi korban. Saya sudah serahkan kepada penegak hukum. Saya sudah pasrah masalah kepergian anak saya,” katanya.

3. Kejadian Affan jangan terulang

Prabowo Subianto takziah ke rumah Affan Kurniawan
Presiden Prabowo Subianto saat rakziah di kediaman mendiang Affan Kurniawan, Menteng, Jakarta, Jumat malam (29/8/2025). (dok. Wamenkomdigi Angga Raka)

Zulkifli juga menitip pesan kepada mahasiswa di seluruh tanah air untuk tidak terprovokasi agar peristiwa Affan tidak terulang lagi.

“Saya mohon kepada rekan-rekan jangan sampai kejadian seperti anak saya. Itu saja yang saya sampaikan dan mohon juga kepada adik-adik mahasiswa di tanah air baik dari Sabang sampai Merauke tolong percayakan kepada aparat kepolisian. Saya sudah serahkan kepada kepolisian,” ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us