Viral Mobil Zig-zag di Tol Becakayu, Polisi Cari Pengemudi

- Video viral menunjukkan lima mobil melaju zig-zag di Tol Becakayu, Jakarta Timur, dan menarik perhatian publik serta pihak kepolisian.
- Polda Metro Jaya menelusuri identitas kendaraan melalui rekaman CCTV dan telah mengantongi data nomor polisi para pengemudi.
- Polisi berencana memberi teguran dan edukasi keselamatan berkendara, sambil mengimbau agar aksi berbahaya seperti ini tidak terulang.
Jakarta, IDN Times - Aksi sejumlah mobil yang melaju zig-zag di ruas Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu), Jakarta Timur, viral di media sosial. Polisi kini menelusuri identitas para pengemudi yang terlibat dalam aksi berbahaya tersebut.
Video aksi itu salah satunya diunggah akun Instagram @dashcamindonesia. Dalam rekaman yang beredar, terlihat lima mobil melaju secara konvoi sambil meliak-liuk di tengah kondisi jalan tol yang relatif sepi.
"Kronologi: Aksi berbahaya di jalan raya kembali terekam kamera warga. Sejumlah kendaraan roda empat kedapatan melakukan konvoi dengan gaya meliak-liuk atau zig-zag di ruas Tol Becakayu, kawasan Kalimalang, Jakarta Timur," tulis narasi dalam video tersebut.
1. Polisi telusuri identitas kendaraan

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, mengatakan pihaknya telah menelusuri identitas kendaraan yang terlibat melalui rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
"Sudah kami identifikasi untuk kendaraanya melalui CCTV dan sudah kami dapat datanya sesuai nopol yang terdaftar," kata Reiki saat dihubungi, Jumat (6/3/2026).
2. Polisi akan mendatangi pengemudi

Menurut Reiki, polisi akan mendatangi para pengemudi yang terlibat untuk memberikan teguran sekaligus edukasi terkait keselamatan berkendara.
"Kami akan melakukan teguran secara lisan dan memberikan pengarahan yang bersifat edukatif kepada pengendara tersebut," ujar dia.
3. Aksi zig-zag membahayakan pengguna jalan

Reiki berharap peristiwa serupa tidak terulang karena aksi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
"Harapan kami kejadian ini tidak terulang kembali, karena dapat menggangu kenyamanan pengguna jalan lainnya," jelas dia.


















