Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komisi X Kecam Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Segera Panggil Menpora

Komisi X Kecam Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Segera Panggil Menpora
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani soroti kasus pelecehan seksual atlet panjat tebing. (IDN Times/Amir Faisol).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Komisi X DPR mengecam keras dugaan pelecehan seksual di Federasi Panjat Tebing Indonesia dan berencana memanggil Menpora serta pengurus cabang olahraga untuk memastikan pembinaan atlet berjalan aman.
  • Lalu Hadrian menegaskan dunia olahraga harus bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual, fisik, maupun verbal, demi menjaga sportivitas dan nilai kebersamaan antar-atlet.
  • Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengungkap delapan atlet melapor mengalami kekerasan seksual oleh mantan pelatih, lalu membentuk Tim Pencari Fakta dan menonaktifkan pelatih tersebut untuk proses hukum lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan akan memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan seluruh pengurus cabang olahraga, untuk memastikan pembinaan atlet berjalan dengan baik. Hal ini dilakukan usai mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FTPI).

Dalam rapat kerja nanti, Komisi X DPR juga akan mendalami kesiapan atlet Indonesia dalam menghadapi Asian Games hingga Olimpiade.

“Nah, oleh sebab itu kemungkinan, ini masih kami sedang susun jadwal, habis Lebaran juga Menpora kami akan undang bersama seluruh pengurus cabor. Untuk sekaligus memastikan bahwa seluruh persiapan atlet kita yang sebentar lagi akan ada Asian Games, akan ada Olimpiade, kami akan memastikan bahwa seluruh persiapannya on the track, seluruh persiapannya berjalan dengan lancar,” kata Lalu Hadrian di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Lalu Hadrian menegaskan, kasus serupa tidak boleh terulang di dunia olahraga Indonesia, terlebih di tengah pembinaan para atlet menjelang pertandingan nasional dan internasional. Oleh karena itu, ia mendorong dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di FPTI ditindak tegas.

“Iya, jadi itu harus ditindak tegas. Kami mendukung langkah Menpora,” ujar dia.

1. Komisi X DPR kecam kasus kekerasan seksual di FPTI

20260306_140416.heic
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani soroti kasus pelecehan seksual atlet panjat tebing. (IDN Times/Amir Faisol).

Lalu Hadrian turut mengecam keras dugaan pelecehan seksual terhadap atlet panjat tebing yang melibatkan mantan pelatih kepala pelatnas. Komisi X DPR, kata dia, mendukung langkah tegas yang diambil pemerintah dan pengurus cabang olahraga terhadap pelaku.

“Ya, pertama kami mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Kami mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Menpora, langkah-langkah yang dilakukan oleh pengurus cabor bahwa memang harus ada punishment,” kata Ketua DPW PKB NTB itu.

2. Dunia olahraga harus bebas dari kekerasan

Screenshot_20260223_113033_WhatsApp.jpg
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengevaluasi total proses rekruitmen dan kontrak penerima. (IDN Times/Amir Faisol).

Lalu Hadrian berpandangan, dunia olahraga bukan hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga harus menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan. Ia menegaskan, lingkungan olahraga harus terbebas dari berbagai bentuk kekerasan.

“Dunia olahraga salah satunya selain mengejar prestasi yaitu menanamkan rasa sportivitas, menanamkan rasa kebersamaan, kekeluargaan dan sebagainya. Harus terhindar dari kekerasan baik seksual, fisik, verbal, maupun tindakan-tindakan penistaan yang lain,” tutur dia.

3. Kronologi kasus kekerasan seksual di FPTI

Ketua Umum FPTI periode 2023-2027, Yenny Wahid (IDN Times/Ayu Afria)
Ketua Umum FPTI periode 2023-2027, Yenny Wahid (IDN Times/Ayu Afria)

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, memaparkan kronologi terjadinya dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di Pelatnas yang menyeret mantan pelatih Hendra Basir.

Yenny menyebutkan kasus ini sebagai salah satu peristiwa berat yang menimpa FPTI. Menurut Yenny, ini semua berawal dari laporan langsung dari delapan atlet kepadanya.

"Jadi, semua sudah memahami ada peristiwa yang sangat berat bagi kami dan seluruh insan olahraga. Telah terjadi kekerasan seksual yang dialami oleh para atlet," kata Yenny Wahid ditemui di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah, Bekasi, yang juga merupakan lokasi Pelatnas FPTI, Rabu (4/3/2026).

Yenny bercerita, sebanyak delapan atlet datang kepadanya pada akhir Januari 2026 lalu. Seluruhnya melaporkan soal dugaan pelecehan dan kekerasan yang terjadi selama ini.

"Jadi pada tanggal 28 Januari, delapan orang atlet menghadap saya untuk melaporkan dugaan kekerasaan seksual dan fisik yang mereka alami. Sesuai permintaan mereka, kami kumpulkan mereka yang terdiri dari atlet pelatnas dan daerah beserta tim pelatih minus terduga pelaku," ujar Yenny.

Dalam pertemuan yang dilakukan, Yenny juga melibatkan tim psikolog yang selama ini bekerja sama dengan para atlet untuk mendalami kasus tersebut. Beberapa hari kemudian, Yenny melakukan berbagai langkah tegas, mulai dari mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penonaktifan hingga pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF).

"Beberapa hari kemudian saya mengeluarkan SK non-aktif pelatih kepala. Kemudian, membentuk tim pencari fakta untuk memastikan dugaan ini disikapi secara serius karena kami tidak menoleransi penyimpangan termasuk kekerasan seksual dan fisik," kata Yenny.

FPTI memastikan TPF masih akan terus menggali kasus ini secara medalam. Beberapa atlet disebut Yenny sudah membuat laporan ke kepolisian.

"Memang kami mewakili lima (atlet) dan laporan itu masuk ke unit Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) karena ini kasus sesuatu yang sensitif, khusus. Jadi, memang harus naik sana," ujar Kuasa hukum atlet panjat tebing dari Peradi, Setia Dharma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More