"Jadi, seperti yang saya sampaikan, yang paling penting apa, ungkapan untuk ekspresi ini jangan kemudian merusak fasilitas umum," katan Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
Demo Mahasiswa Kepung Jakarta, Pramono Imbau Tak Rusak Fasilitas Umum

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau mahasiswa agar menyampaikan aspirasi tanpa merusak fasilitas umum yang merupakan milik bersama warga Ibu Kota.
- Polda Metro Jaya menurunkan 6.675 personel gabungan, terdiri dari Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan, untuk mengamankan aksi mahasiswa di beberapa titik strategis Jakarta.
- Kombes Pol Budi Hermanto memastikan pengamanan dilakukan demi menjaga ketertiban, keamanan peserta aksi, serta kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau agar mahasiswa yang menyampaikan aksi unjuk rasa tidak merusak fasilitas publik di Ibu Kota.
1. Fasilitas umum milik bersama

Pramono mengingatkan bahwa fasilitas publik milik bersama, sehingga dia meminta agar massa unjuk rasa berjalan damai tidak merusak.
"Dengan demikian saya betul-betul mengimbau, meminta, siapa pun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta jangan merusak fasilitas umum. Itu saja," ucapnya.
2. Sebanyak 6.675 personel gabungan amankan demo

Polda Metro Jaya mengerahkan 6.675 personel gabungan untuk melayani aksi penyampaian pendapat yang akan digelar sejumlah elemen mahasiswa di kawasan DPR/MPR RI, Monas, Bundaran HI hingga Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Ribuan personel tersebut terdiri atas 6.165 personel Polri, 500 personel TNI, dan 10 personel Dinas Perhubungan yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
3. Polisi pastikan demo berlangsung aman

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya.
















