Detik-Detik Jurnalis TV Diduga Diintimidasi Aparat

- Jurnalis TV Leo Chandra Sibarani diintimidasi saat live streaming di Polres Jakarta Utara.
- Leo bersembunyi di Damkar Koja sebelum tertangkap dan dipaksa menghentikan live streaming.
- Diduga aparat memaksa Leo memberikan identitasnya dan menghentikan live streaming secara paksa.
Jakarta, IDN Times - Media sosial ramai membahas live streaming yang dilakukan Leo Chandra Sibarani, salah satu jurnalis dari media televisi (TV) nasional.
Leo melakukan live streaming di kawasan Polres Jakarta Utara. Sebelum melakukan live, melalui akun Instagram-nya (@leochandraaaa), dia mengumumkan akan melakukan live pada pukul 00.00 WIB semalam. Leo menggunakan akun YouTube @Adederiel1.
Informasi itu diunggah di fitur cerita (story), dengan tautan yang mengarahkan ke akun YouTube tersebut. Namun, saat dibuka pagi ini, akun tersebut sudah hilang.
1. Netizen sempat merekam detik-detik Leo diduga diintimidasi
Berdasarkan video rekaman layar dari warganet, Leo sempat bersembunyi di Damkar Koja, Jakarta Utara. Lalu, dia berjalan ke titik bentrok antara massa dengan Polisi. Naas, tak lama setelah keluar dari markas Damkar Koja, Leo tertangkap melakukan live.
"Ini apa? Kamu siapa? Aah, kamu tuh! Diam kamu!" terdengar teriakan pria yang menghampiri Leo. Namun, layar sudah tidak menayangkan gambar suasana tersebut, hanya putih.
"Live di YouTube," kata sesosok pria.
"Lo ngapain di sini?!" teriakan intimidasi kembali terdengar.
Suara kerusuhan sangat terdengar dari rekaman video itu. Leo sempat merintih "aduh ya Allah" dalam video itu. Lalu dibalas dengan suara mengolok
"ya Allah, ya Allah, Ingat Allah sekarang hah?" ujar orang yang terdengar berbicara dengan Leo.
2. Leo ungkap identitas sebagai wartawan RI 2
Terdengar suara Leo mengatakan dirinya adalah wartawan RI 2 (wartawan Istana Wakil Presiden). Awalnya, ada seorang pria yang mengatakan "bilang media."
"saya memang media, saya berani bersumpah. Saya tim RI 2," ujar Leo menjawab.
Kemudian sesosok pria membalas pernyataannya. "bodo amat, mau tim RI 2 kek lu."
Leo menjawab, "saya mau menelefon kantor Pak."
Perkataan Leo itu dijawab dengan teriakan, "nanti! Nanti! Hey, nanti! Mau nelefon kantor lu".
Kembali terdengar intimidasi yang memaksa Leo menyerahkan ponselnya.
"Pegang bang HP-nya. HP-nya pegang!, ayo, jalan anjing, babi lu!" kata sosok yang mengintimidasi tersebut.
Terdengar suara Leo meminta ampun. "Ampun bang, jangan bang. Aduh, aduh ya Allah. Bang, ampun bang, aah, ya Allah."
Lalu ada teriakan sumpah serapah terdengar, "bodo amat, bodo amat lu anjing!". "Dokkes, dokkes, bangun, bangun, berdiri, bangun bang!".
Leo merintih kesakitan, "aduh bang, kepala saya, pusing banget, pusing banget sumpah bang, saya gak bohong, benaran. Bang, tolong bang, saya sudah pusing bang."
Kemudian Leo dipaksa membuka sesuatu, "woy, woy, buka, buka, buka, buka!". Dia kemudian menjelaskan kembali identitasnya, "saya wartawan RI 2 bang, saya dari TVONE. Saya punya ID pers saya, ini lengkap dengan identitas pers saya, dengan Paspampres ada cap-nya, ini semua asli, 100 persen."
"Wah, handphone lu dua?" tanya sesosok pria kepada Leo.
"Ini gak ada sama sekali bang," jawab Leo.
"Lu mau viralin lu? Hah? Lu mau viralin?" terdengar suara intimidasi.
3. Detik-detik live streaming Leo dimatikan secara paksa
Kemudian, terdengar suara diduga aparat meminta rekannya diam karena live streaming masih berjalan.
"Diam dulu, diam dulu, masih live dia, nah ini, buka, buka," katanya.
Terdengar napas Leo terengah-engah, "sorry bang". Namun kembali dibalas dengan intimidasi, "buka, buka, buka monyet! Woy buka sudah!"
Namun, suara lainnya mengingatkan live streaming masih berlangsung. "Tunggu, tunggu, masih live dia, masih live. Entar dulu, masih live ya," beber suara lain yang terdengar.
Berikut percakapan antara Leo dengan satu sosok yang diduga aparat, sebelum akhirnya live streaming dihentikan secara paksa.
"Dari mana kamu? dari mana?" kata sosok yang diduga aparat.
"Saya dari TVONE, Pak," jawab Leo.
"TVONE? Di mana? Kantornya di mana?" tanya sosok yang diduga aparat.
"Di Pulo Gadung," jawab Leo dengan napas terengah-engah.
"Pulo Gadung? Siapa namanya?" tanya sosok yang diduga aparat itu lagi.
"Saya Leo Chandra," jawab Leo.
"Resmi?" sosok yang diduga aparat.
"Saya resmi," sahut Leo.
"Ngapain di sini?" kata sosok yang diduga aparat.
"Tadi saya meliput situasi, karena pembagian tim. Tapi kantor," kata Leo. Kata-katanya belum selesai, terdengar suara seorang pria dari sambungan telepon yang mengatakan, "matiin YouTube-nya, itu masih live itu".
"Yang buat ngelive yang mana?" kata sosok yang diduga aparat.
"Yang itu Pak," jawab Leo.
"Ya matiin dulu, matiin dulu," kata sosok yang diduga aparat, lalu live streaming pun terputus.
IDN Times sudah mencoba menghubungi Leo Chandra, namun belum ada respons. Instagram Leo sudah dibanjiri dengan komentar yang menanyakan kondisinya saat ini, dan mendoakan dirinya dalam keadaan selamat dan aman.