Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Di Hari Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Negara Gagal Miliki Polisi Buruk

Di Hari Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Negara Gagal Miliki Polisi Buruk
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menyaksikan parade defile HUT ke-80 Bhayangkara, di Mako Brimob, Cikeas, Rabu (1/7/2026). (Youtube/IDNTimes)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo menegaskan negara bisa gagal jika memiliki kepolisian yang buruk, disampaikan saat peringatan HUT ke-8 Bhayangkara di Cikeas, Bogor.
  • Prabowo menyebut pemerintah tengah menjalankan transformasi besar di berbagai sektor seperti ekonomi, birokrasi, pendidikan, pangan, dan energi untuk mewujudkan Indonesia modern dan makmur.
  • Ia menekankan pentingnya stabilitas, keamanan, serta pemerintahan bersih sebagai fondasi kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan negara yang gagal salah satunya karena memiliki polisi yang buruk. Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Bhayangkara di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).

"Negara-negara yang gagal di antaranya adalah tidak mampu memiliki kepolisian yang baik," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan pemerintahannya sedang melakukan transformasi besar.

"Kita sedang melakukan transformasi besar di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, di tengah dunia penuh ketegangan dan konflik. Kita sedang melakukan transformasi ekonomi, transformasi birokrasi, transformasi pendidikan, transformasi pangan, transformasi energi," kata dia.

"Transformasi kita adalah agar Indonesia menjadi negara yang modern, negara yang makmur dalam keadilan, negara yang berdiri di atas kedaulatan rakyat," sambungnya.

Menurut Prabowo, stabilitas hanya bisa dilakukan apabila kemakmuran terjadi. Prabowo menegaskan, tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamaman.

Prabowo kemudian menyinggung, tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih.

"Saya ingin mengingatkan kepada kita semua tidak mungkin ada kemakmuran tanpa stabilitas. Tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan. Tidak mungkin ada pertumbuhan ekonomi, ada investasi tanpa kepastian hukum. Tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih dan pemerintah yang penuh kompetensi," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More