Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dino Patti Djalal: Kita Terlanjur Masuk BoP, Perhatikan 4 Lampu Kuning

911D8502-6D0E-430B-8A15-EFB94C1D8D86.jpeg
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal (Dok. YouTube IDN Times)
Intinya sih...
  • Kredibilitas Indonesia bisa hancur jika keluar BoP
  • Dino sampaikan pesan agar Presiden berhati-hati
  • Terdapat dua poin perbedaan pandangan Dino dengan Presiden
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal membantah berubah sikap soal Indonesia bergabung Board of Peace (BoP) setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Rabu (4/2/2026).

Hal itu ia tegaskan dalam acara ‘PoV Times: Dino Jawab Dukung RI Masuk Board of Peace’ by IDN Times yang dipandu oleh Pemred IDN Times, Uni Lubis pada Kamis (5/2/2026).

“Karena positioning dari Bang Dino, dari empat lampu kuning, enam saran berkaitan dengan keikutsertaan Indonesia sebagai founding member dari Board of Peace. Sesudah keluar dari Istana, ketemu Presiden tiga jam, berubah dan mengatakan bahwa Board of Peace adalah satu-satunya opsi untuk perdamaian dan mengakhiri konflik di Gaza saat ini. Jadi langsung saya tanya soal perubahan posisi itu,” tanya Uni Lubis.

“Menurut saya tidak berubah sama sekali. Jadi begini, posisi saya adalah kita sudah masuk Board of Peace, ya kan? Sudah terlanjur masuk, ya kan. Jadi karena sudah terlanjur masuk itu, perhatikan empat lampu kuning,” jawab Dino.

1. Kredibilitas Indonesia bisa hancur jika Indonesia keluar BoP

7E0F4AAE-9701-420B-A206-DAD6B3DC12B9.jpeg
PoV Times: Dino Jawab Dukung RI Masuk Board of Peace by IDN Times yang dipandu oleh Pemred IDN Times, Uni Lubis pada Kamis (5/2/2026). (Dok. YouTube IDN Times)

Dino menjelaskan, lampu kuning tetap ada karena melihat vidi Donald Trump dan sekutunya yang melihat Jalur Gaza bukan sekadar zona konflik, melainkan lahan properti yang sangat berharga secara ekonomi. 

“Nah, saya tahu banyak masyarakat yang bilang kita keluar saja, ya kan? Nah, itu tidak realistis. Karena enggak mungkin kita tanda tangan, dua minggu kemudian keluar. Ya kan? Kredibilitas hancur dan kita juga nanti ditertawakan dunia,” kata Dino.

2. Dino sampaikan pesan agar Presiden berhati-hati

Konferensi pers mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto
Konferensi pers mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Oleh karena itu, posisi yang tepat saat ini menurut Dino adalah Indonesia tetap berada di BoP namun harus berhati-hati dan mencermati berbagai risiko. Hal itulah yang ia sampaikan ke Presiden Prabowo dalam pertemuan tiga jam kemarin.

“‘Pak, hati-hati. Kita sudah masuk, sudah keburu basah kakinya, perhatikan hal-hal ini’,” kata Dino.

3. Terdapat dua poin perbedaan pandangan Dino dengan Presiden

8432ABE3-D553-4D4D-8246-9A80D9B539F6.jpeg
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri, pakar, dan anggota Komisi I DPR RI ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr).

Dino mengaku tetap memiliki perbedaan pandangan terhadap Prabowo. Setidaknya, ada dua poin penting yang menjadi catatannya.

“Jangan bayar satu miliar dolar ya kan? Saya tetap pada posisi itu. Karena berbagai hal. Dan kedua, kita tidak perlu berambisi jadi anggota permanen di BoP,” kata Dino.

Sebab menurutnya, menjadi anggota permanen BoP berisiko tinggi. Mengingat, ada grace period tiga tahun.

“Kita enggak perlu terburu-buru dan juga dampaknya jauh lebih luas daripada hanya menjadi anggota permanen. Risikonya terlalu tinggi. Itu kan berarti selamanya Presiden Indonesia akan berada di bawah Trump gitu,” kata Dino.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in News

See More

Ketua dan Wakil PN Depok Kena OTT KPK terkait Sengketa Lahan di Tapos

06 Feb 2026, 23:47 WIBNews