Dino Patti Djalal: Kita Terlanjur Masuk BoP, Perhatikan 4 Lampu Kuning

- Kredibilitas Indonesia bisa hancur jika keluar BoP
- Dino sampaikan pesan agar Presiden berhati-hati
- Terdapat dua poin perbedaan pandangan Dino dengan Presiden
Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal membantah berubah sikap soal Indonesia bergabung Board of Peace (BoP) setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Rabu (4/2/2026).
Hal itu ia tegaskan dalam acara ‘PoV Times: Dino Jawab Dukung RI Masuk Board of Peace’ by IDN Times yang dipandu oleh Pemred IDN Times, Uni Lubis pada Kamis (5/2/2026).
“Karena positioning dari Bang Dino, dari empat lampu kuning, enam saran berkaitan dengan keikutsertaan Indonesia sebagai founding member dari Board of Peace. Sesudah keluar dari Istana, ketemu Presiden tiga jam, berubah dan mengatakan bahwa Board of Peace adalah satu-satunya opsi untuk perdamaian dan mengakhiri konflik di Gaza saat ini. Jadi langsung saya tanya soal perubahan posisi itu,” tanya Uni Lubis.
“Menurut saya tidak berubah sama sekali. Jadi begini, posisi saya adalah kita sudah masuk Board of Peace, ya kan? Sudah terlanjur masuk, ya kan. Jadi karena sudah terlanjur masuk itu, perhatikan empat lampu kuning,” jawab Dino.
1. Kredibilitas Indonesia bisa hancur jika Indonesia keluar BoP

Dino menjelaskan, lampu kuning tetap ada karena melihat vidi Donald Trump dan sekutunya yang melihat Jalur Gaza bukan sekadar zona konflik, melainkan lahan properti yang sangat berharga secara ekonomi.
“Nah, saya tahu banyak masyarakat yang bilang kita keluar saja, ya kan? Nah, itu tidak realistis. Karena enggak mungkin kita tanda tangan, dua minggu kemudian keluar. Ya kan? Kredibilitas hancur dan kita juga nanti ditertawakan dunia,” kata Dino.
2. Dino sampaikan pesan agar Presiden berhati-hati

Oleh karena itu, posisi yang tepat saat ini menurut Dino adalah Indonesia tetap berada di BoP namun harus berhati-hati dan mencermati berbagai risiko. Hal itulah yang ia sampaikan ke Presiden Prabowo dalam pertemuan tiga jam kemarin.
“‘Pak, hati-hati. Kita sudah masuk, sudah keburu basah kakinya, perhatikan hal-hal ini’,” kata Dino.
3. Terdapat dua poin perbedaan pandangan Dino dengan Presiden

Dino mengaku tetap memiliki perbedaan pandangan terhadap Prabowo. Setidaknya, ada dua poin penting yang menjadi catatannya.
“Jangan bayar satu miliar dolar ya kan? Saya tetap pada posisi itu. Karena berbagai hal. Dan kedua, kita tidak perlu berambisi jadi anggota permanen di BoP,” kata Dino.
Sebab menurutnya, menjadi anggota permanen BoP berisiko tinggi. Mengingat, ada grace period tiga tahun.
“Kita enggak perlu terburu-buru dan juga dampaknya jauh lebih luas daripada hanya menjadi anggota permanen. Risikonya terlalu tinggi. Itu kan berarti selamanya Presiden Indonesia akan berada di bawah Trump gitu,” kata Dino.


















