Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dirut KAI Curiga Taksi Hijau Green SM Picu Kecelakaan Kereta di Bekasi

Dirut KAI Curiga Taksi Hijau Green SM Picu Kecelakaan Kereta di Bekasi
Taksi yang mengalami mogok dan ditabrak CommuterLine atau KRL hingga menyebabkan tabrakan KRL dengan Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) pukul 20.53 WIB. (Istimewa)
Intinya Sih
  • Dirut KAI Bobby Rasyidin menduga kecelakaan antara Commuterline dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi dipicu gangguan sistem akibat taksi hijau milik Green SM yang tertemper sebelumnya.
  • Kecelakaan terjadi pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB di jalur Stasiun Bekasi Timur, setelah insiden taksi hijau di perlintasan JPL 85 mengganggu sistem perkeretaapian.
  • Bobby menyerahkan investigasi penyebab kecelakaan kepada KNKT; hingga pukul 01.00 WIB tercatat empat korban tewas, 74 luka-luka, dan tujuh orang masih terjebak di gerbong.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, curiga tabrakan Commuterline dengan kereta Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin (27/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, dipicu oleh gangguan di perlintasan kereta disebabkan taksi berwarna hijau milik Green SM. Sebab, dalam kronologinya, sebelum kereta Argo Bromo menabrak rangkaian KRL di jalur Stasiun Bekasi Timur, ada insiden taksi hijau tertemper Commuterline.

"Kejadian ini di jam kurang jam 21.00 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga, ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah Stasiun Emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Meski begitu, dia menyerahkan proses investigasi penyebab insiden ini kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Tentunya, kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini," ujarnya.

Per pukul 01.00 WIB, terdapat empat korban tewas dan 74 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka. Sementara itu, sekitar tujuh orang masih terjebak di dalam gerbong Commuterline.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Related Articles

See More