Strategi Wisata Alam Lebaran 2026: Zero Waste dan Zero Accident

- Pemerintah menyiapkan strategi menghadapi lonjakan wisata alam Idul Fitri 2026 dengan arahan Presiden Prabowo untuk menerapkan prinsip zero waste dan zero accident di seluruh TN dan TWA.
- Sistem kuota pengunjung diberlakukan agar jumlah wisatawan tidak melebihi daya dukung lingkungan, menjaga kenyamanan, serta melindungi ekosistem dari tekanan berlebih.
- Aktivitas pendakian menjadi favorit dengan kontribusi besar pada PNBP, sementara pemerintah menerapkan kebijakan operasional khusus demi keberlanjutan dan keselamatan wisata alam selama libur Lebaran 2026.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah menyiapkan langkah serius menghadapi lonjakan wisata alam saat libur Idul Fitri 2026. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi bersama pengelola 57 Taman Nasional (TN) dan 145 Taman Wisata Alam (TWA).
Fokus utama adalah memastikan kawasan wisata tetap bersih, aman, dan terkendali. Arahan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan prinsip zero waste dan zero accident.
“Presiden Prabowo memberikan arahan kepada saya terkait informasi dari TN/TWA yang available pada saat liburan, terdapat pasar dari masyarakat yang ingin mengunjungi TN-TWA pada saat libur Idul Fitri,” ujar Menjut Raja Antoni saat memberikan pengarahan melalui zoom, Rabu (18/3/2026).
Minat wisata alam diprediksi melonjak. Pemerintah pun bergerak cepat mengantisipasi berbagai risiko.
1. Zero waste dan zero accident jadi strategi utama wisata alam

Pengelolaan wisata alam kini mengedepankan standar kebersihan dan keselamatan yang ketat. Prinsip zero waste diterapkan melalui penyediaan tempat sampah dan penambahan petugas kebersihan.
Langkah ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan di tengah lonjakan pengunjung.
Di sisi lain, prinsip zero accident menuntut kesiapan fasilitas keselamatan. Tim medis, ambulans, hingga rambu-rambu wajib tersedia di setiap kawasan.
“Presiden Prabowo juga memohon agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup. Lalu mengedepankan zero accident, jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan, siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai," ujar Menhut Raja Antoni.
2. Pembatasan kuota pengunjung demi wisata aman dan nyaman

Lonjakan wisatawan menjadi tantangan serius. Karena itu, pemerintah menegaskan pentingnya sistem kuota berbasis daya dukung lingkungan.
Setiap kawasan wajib membatasi jumlah pengunjung. Tujuannya jelas, mencegah kepadatan berlebih dan menjaga kenyamanan wisatawan.
“Pastikan pengunjung yang mengunjungi TN dan TWA tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan, agar tidak melebihi daya dukung, daya tampung yang membuat antrian membludak dari wisatawan,” ujarnya.
Pengaturan ini juga berfungsi melindungi ekosistem dari tekanan berlebih.
3. Aktivitas pendakian menjadi salah satu primadona

Berdasarkan hasil evaluasi pada periode libur Nyepi dan Lebaran tahun 2025, tercatat sebanyak 421.683 wisatawan mengunjungi TN dan TWA, dengan puncak kunjungan terjadi pada H+3 Lebaran.
Tingginya minat masyarakat ini juga berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp15,8 Miliar. Aktivitas pendakian menjadi salah satu primadona, di mana gunung-gunung seperti Leuser, Ciremai, Rinjani, hingga Bukit Kaba menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi.
Selain itu, kawasan konservasi kini menjadi lokasi favorit untuk acara halal bi halal keluarga karena menawarkan suasana segar di alam terbuka sambil mengenalkan alam kepada generasi muda.
Untuk menjamin kenyamanan dan mempertimbangkan daya dukung lingkungan, pemerintah memberlakukan kebijakan operasional khusus pada libur Lebaran 2026.
Tercatat dari sejumlah Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) ada yang tetap dibuka, dan ada yang ditutup dengan alasan logis untuk keberlanjutan wisata alam. Data dan informasi lengkap ODTWA yang dibuka dan ditutup selama libur lebaran 2026 disajikan pada tautan https://bit.ly/odtwatahun2026.
Pihak pengelola akan terus mengintensifkan patroli sampah untuk mendukung gerakan zero waste. Pengunjung diimbau untuk selalu disiplin membawa kembali sampahnya, serta mengikuti panduan keselamatan dari petugas di lapangan guna mewujudkan zero accident serta wisata alam yang berkualitas dan berkelanjutan.


















