DPRD Minta Pihak SPBE Bekasi yang Terbakar Segera Ganti Rugi ke Warga

- DPRD Kota Bekasi mendesak pihak SPBE Cimuning segera memberi ganti rugi kepada warga terdampak kebakaran dan memastikan tanggung jawab perusahaan terhadap kerusakan rumah serta usaha warga.
- Kebakaran di SPBE Cimuning diduga dipicu kebocoran gas yang tersulut korsleting listrik, menyebabkan ledakan besar hingga fasilitas mengalami kerusakan berat hampir total.
- Pertamina menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan menegaskan seluruh biaya perawatan korban luka akan ditanggung sepenuhnya oleh pihaknya.
Bekasi, IDN Times - Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, meminta pihak Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, yang terbakar pada Rabu (1/4/2026) malam, untuk segera memberikan ganti rugi kepada warga terdampak.
Sarwin menyampaikan, desakan itu disampaikan karena dirinya telah mendapatkan keluhan dari masyarakat. Sebab, hingga kini masyarakat yang terdampak belum mendapatkan kompensasi dari pihak SPBE.
"Kami ingin memastikan legislatif dan eksekutif akan bekerja sama untuk membantu korban ledakan terutama rumah mereka dan tempat usaha mereka, lalu kami juga harus bekerja sama dan meminta pertanggungjawaban pihak SPBE seperti apa kontribusinya," kata Sarwin di lokasi, Kamis (2/4/2026).
1. Bakal lakukan sidak ke SPBE lainnya

Sarwin juga mengatakan, pihaknya berencana akan melakukan sidak ke SPBE lainnya yang ada di Kota Bekasi.
Hal itu dilakukan untuk memastikan peristiwa kebakaran hingga ledakan yang menyebabkan adanya korban tidak lagi terjadi.
“Kami ke depan harus melakukan evaluasi dan sidak harusnya kepada SPBE yang ada di Kota Bekasi seperti apa dan minimal jangan dekat dengan lingkungan padat penduduk untuk tidak terjadi atau meminimalisir hal-hal tidak diinginkan seperti saat ini,” kata dia.
2. Kronologi kejadian

Sebelumnya, Plt Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto menyampaikan, peristiwa tersebut berawal dari adanya kebocoran gas di lingkungan SPBE. Informasi itu ia dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.
Dia menduga, api berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE hingga mengakibatkan ledakan.
"Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya arus
pendek yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi," jelas dia, Kamis (2/4/2026) sini hari.
Akibat ledakan dan kebakaran tersebut, lanjut Heryanto, SPBE mengalami kerusakan berat dan hampir rusak total.
3. Permintaan maaf Pertamina

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria menyampaikan, SPBE yang meledak merupakan milik swasta sekaligus mitra dari Pertamina Patra Niaga.
"(Kami) Mohon maaf atas insiden yang terjadi pada malam ini. Fokus kami memang adalah tadi pada, penanganan untuk insiden dan juga memastikan bahwa tidak ada dampak yang meluas," katanya kepada jurnalis, Kamis (2/4/2026) dini hari.
Susanto juga memastikan, seluruh korban luka-luka akibat peristiwa ledakan tersebut akan sepenuhnya dibiayai oleh Pertamina.
"Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban yang terdampak maksudnya, kita akan lakukan bahwa penanganan medisnya yang terbaik," ujar dia.


















