Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hendropriyono Sebut Dalang Demo Ricuh di Depan Gedung DPR Pihak Asing

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono. (IDN Times/Aryodamar)
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono. (IDN Times/Aryodamar)
Intinya sih...
  • Hendropriyono mengaku tahu dalang demo ricuh di depan Gedung DPR RI.
  • Pihak asing tersebut bukan mengatasnamakan negara tertentu, melainkan para kapitalis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), A.M Hendropriyono, mengatakan, dalang kerusuhan saat unjuk rasa yang terjadi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (25/8/2025) adalah pihak asing.

Hendropriyono menyebut, pihak asing itu menggerakkan kaki tangannya yang ada di Indonesia.

"Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/8/2025).

1. Tahu dalangnya

IMG-20250828-WA0068.jpg
mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), juga pejuang Timor Timur, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono (dok. Istimewa

Hendro mengaku tahu dalang demo ricuh di depan Gedung DPR RI tersebut.

"Karena saya tahu, saya gak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar, tapi saya mengalami semua dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," ujar Hendro.

2. Siapa pihak asing itu?

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono memegang buku karangannya berjudul "Spy SI" (www.instagram.com/@diaz.hendropriyono)
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono memegang buku karangannya berjudul "Spy SI" (www.instagram.com/@diaz.hendropriyono)

Hendropriyono mengatakan, pihak asing tersebut bukan mengatasnamakan negara tertentu. Dalang tersebut merupakan para kapitalis.

"Sebetulnya non-state, tapi pengaruhnya sangat besar kepada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state. Non-state, tapi isinya George Soros, isinya George Tenet, isinya tadi saya sampaikan David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendirilah kaum kapitalis begitu. Itu yang usul," ujar dia.

3. Tujuannya ingin menjajah RI

IMG-20250828-WA0068.jpg
mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), juga pejuang Timor Timur, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono (dok. Istimewa

Menurut Hendropriyono, mereka dari dulu tujuannya tetap sama, yaitu ingin menjajah Indonesia. Namun, menggunakan cara yang berbeda.

"Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah, tapi kan caranya lain. Dulu kan pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja ya habis kita," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us