Imigrasi Cegah Keberangkatan 13 Jemaah yang Mau Berhaji Tanpa Visa Haji

Ditjen Imigrasi menunda keberangkatan 13 jemaah yang mau berhaji tanpa menggunakan visa haji.
Hendarsam Marantoko menjelaskan penundaan dilakukan demi melindungi jemaah, sebab penggunaan visa non-haji sering berujung gagal ibadah dan membahayakan keselamatan.
Imigrasi mendukung kelancaran ibadah haji melalui program Makkah Route di beberapa bandara besar agar pemeriksaan lebih mudah sebelum tiba di Tanah Suci.
Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Imigrasi mencegah keberangkatan 13 jemaah yang hendak berangkat haji tanpa menggunakan prosedur resmi dan visa haji. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, berdasarkan data yang di-update pada 20 April 2026. Mereka, kata Hendarsam, masuk melalui Bandara International Soekarno-Hatta.
"Ada 13 orang calon jemaah haji non-prosedural yang kita pending atau kita tunda keberangkatannya karena non-prosedural, tidak menggunakan visa haji," kata dia, kepada awak media, dikutip Selasa (21/4/2026).
1. Menggunakan visa kerja hingga kunjungan

Hendarsam mengatakan, Kementerian haji sudah lama melarang keberangkatan jemaah haji non-prosedural. Mereka pergi berangkat ke Tanah Suci menggunakan visa kerja hingga kunjungan.
"Oleh karena itu, selalu informasi tersebut diberikan kepada mereka-mereka ya para tamu-tamu Allah ini yang tidak prosedur," kata dia.
2. Pemerintah Saudi larang haji ilegal, harus menggunakan visa haji

Dia mengatakan, penundaan keberangkatan bisa dilakukan oleh imigrasi karena sudah ada instrumen lengkap. Hal ini dilakukan bukan untuk melarang masyarakat melaksanakan ibadah haji, namun melindungi. Karena biasanya, kata Hendarsam, acap kali mereka tidak bisa menjalankan ibadah haji.
"Berdasarkan pengalaman di sana kalau sampai lolos ke sana nggak bisa juga naik haji. Pemerintah Saudi menutup diri untuk itu, akhirnya mereka nanti bisa jalur-jalur yang apa namanya itu ilegal dan itu bahkan pengalaman sebelumnya membahayakan jiwa dan nyawa mereka, bahkan sudah sampai jatuh korban," ujarnya.
3. Imigrasi fasilitasi program Makkah Route

Imigrasi sendiri, kata dia, dalam mendukung jalannya ibadah haji sudah menyediakan fasilitas program Makkah Route, yang membuat pemeriksaan di bandara menjadi lebih mudah. Program Makkah Route ada di beberapa bandara besar seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, hingga Solo.
"Sehingga ketika terbang, landing di Tanah Suci mereka tidak lagi diperiksa," ujarnya.

















