Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Istana Sampaikan Duka atas Tragedi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Mensesneg Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya sih...
  • Mensesneg bersyukur lokasi jatuhnya pesawat sudah ditemukan. Temuan berkat kerja sama semua pihak.
  • Dua korban ditemukan di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Kedua korban sudah dalam kondisi meninggal.
  • Korban kedua yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Identitas dan kondisi korban belum diumumkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan dukacita atas jatuhnya pesawat ATR 25-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (17/1/2025), telah memerintah pencarian.

"Berkenaan dengan musibah yang menimpa pesawat ATR yang terjadi di hari Sabtu, kebetulan pada saat hari Sabtu, Bapak Presiden sedang memimpin ratas dan mendapatkan laporan. Pertama-tama, tentunya kita menyampaikan rasa keprihatinan dan dukacita yang mendalam karena sekali lagi terjadi sebuah musibah," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026).

"Pada saat itu, beliau langsung memerintahkan kepada seluruh jajaran terkait untuk sesegera mungkin melakukan pencarian, bilamana telah ditemukan titik koordinat di mana pesawat tersebut mengalami musibah, untuk secepatnya dilakukan evakuasi," sambungnya.

1. Mensesneg bersyukur lokasi jatuhnya pesawat sudah ditemukan

WhatsApp Image 2025-10-22 at 15.39.55.jpeg
Prasetyo Hadi, Mensesneg, Menteri Sekretaris Negara

Dalam kesempatan itu, Prasetyo bersyukur lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 sudah ditemukan. Menurutnya, temuan itu berkat kerja sama semua pihak.

"Ini juga terbantu oleh adanya informasi dari masyarakat yang melihat dan mendengar ada ledakan. Sekali lagi, kami turut berduka cita dan kita terus memonitor untuk semua proses dilakukan secepat-cepatnya," kata dia.

2. Dua korban ditemukan

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii. (IDN Times/Aan Pranata)
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii. (IDN Times/Aan Pranata)

Sebelumnya, Tim SAR gabungan, Senin (19/1/2026), kembali menemukan satu korban peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sejauh ini sudah dua korban ditemukan.

Yang sudah kita temukan sudah dalam kondisi meninggal," kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii, kepada wartawan di Kantor Basarnas Makassar.

3. Korban kedua yang ditemukan berjenis kelamin perempuan

IMG-20260119-WA0017.jpg
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (dok. Dispenad)

Syafii menyatakan korban kedua berjenis kelamin perempuan. Adapun korban yang pertama ditemukan, pada Minggu (18/1/2026), merupakan laki-laki. Belum disebutkan identitas, ciri-ciri, maupun kondisi korban saat ditemukan.

"Jadi saya sampaikan, dari hasil komunikasi yang terhubung secara langsung dengan teman-teman yang ada di lapangan, kemarin kita sudah menemukan satu korban. Kemudian hari ini juga telah ditemukan satu korban," ucapnya.

"Saya sampaikan bahwa untuk menentukan identitas dari korban bukan dari kita," dia menambahkan.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026), dalam rute penerbangan Yogyakarta-Makassar. Pesawat nomor penerbangan PK-THT itu sedang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

IDN Times Gelar SAT 2026, Bahas Arah Pembangunan Nasional

19 Jan 2026, 19:45 WIBNews