Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jalan Gatot Subroto ke Arah DPR Masih Ditutup Malam Ini

WhatsApp Image 2025-08-31 at 18.28.32.jpeg
Situasi Jalan Gatot Soebroto di depan Gedung DPR, Minggu (31/8/2025) (IDN Times/Yosafat)

Jakarta, IDN Times - Jalan Gatot Subroto dari Senayan menuju Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat masih ditutup pada Minggu (31/8/2025) malam.

Pantauan IDN Times di lokasi sekitar pukul 18.05 WIB, arus jalan tersebut masih ditutup personel kepolisian. Titik blokade dilakukan tepat di bawah fly over Jalan Gerbang Pemuda menuju Bendungan Hilir (Benhil).

Sementara, Jalan Tol Dalam Kota, S Parman arah Cawang-Grogol, maupun sebaliknya masih dibuka.

Sebelumnya, aparat kepolisian mulai menindak tegas warga yang sengaja datang untuk menonton demo di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada pukul 16.50 WIB.

Dari atas mobil komando, polisi mengingatkan kepada warga sekitar yang datang untuk membubarkan diri. Polisi menganggap, semua yang menonton jalannya aksi sebagai pendukung keributan. Oleh sebab itu, kini polisi mulai menindak tegas warga yang ada di lokasi.

Personel polisi yang mengenakan pakaian sipil mulai berpatroli di sekitar Jalan Gerbang Pemuda. Sambil mengikuti mobil komando, puluhan polisi itu mulai mengejar segerombolan orang yang demo.

Sambil membawa tongkat, polisi itu menggertak warga maupun demonstran yang ada di lokasi. Polisi itu memakai pakaian seperti warga biasa. Mereke cenderung mengenakan kaos berwarna gelap sambil memakai tas kecil dan tongkat. Ada pula dari mereka yang memakai helm.

"Semua yang menonton kami anggap sebagai pendukung," kata polisi menggunakan pengeras suara melalui mobil komando.

Polisi berseragam sipil itu pun meminta agar warga membubarkan diri.

"Woi bubar, jalan pak, jalan. Bukan tontonan," tutur seorang polisi itu.

Kemudian tampak pula personel TNI yang juga berupaya membubarkan masyarakat yang berhenti di sekitar DPR. Kali tentara itu memakai helm sembari membawa tameng hingga tongkat pentungan.

Saat ditemui, salah satu demonstran mengaku melarikan diri karena dikejar intel yang membawa tongkat.

"Tadi mulai rame, terus kita dipukul mundur sama intel bawa tongkat. Nggak tahu juga saya benar apa nggak," ucap dia kepada IDN Times saat ditemui di lokasi. Ia tampak tergesa-gesa berlari ke arah kantor Kementerian Olahraga dan Pemuda (Kemenpora).

Sejumlah polisi juga berupaya mengejar massa hingga ke arah Bendungan Hilir.

Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us