Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Presiden: Pompanisasi Solusi Tepat untuk Antisipasi Kekeringan Panjang

Presiden: Pompanisasi Solusi Tepat untuk Antisipasi Kekeringan Panjang
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pompanisasi Kementan di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/7). (dok. Kementan)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa saat ini banyak negara yang tengah dilanda kekeringan panjang. Akibatnya produksi pertanian mengalami penurunan.

Merespons kondisi tersebut, Jokowi menilai program pompanisasi yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi solusi yang tepat.

“Pompanisasi ini untuk mengantisipasi kalau terjadi kering panjang, dan kita harus siap sehingga produktivitas petani, produksi beras kita tidak turun," ujarnya saat meninjau pompanisasi Kementan di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/7).

1. Sistem irigasi persawahan di Provinsi Lampung dalam kondisi yang baik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pompanisasi Kementan di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/7). (dok. Kementan)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pompanisasi Kementan di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/7). (dok. Kementan)

Pada kesempatan itu, Presiden memuji sistem irigasi dan saluran air sekunder maupun tersier persawahan di Provinsi Lampung yang berada dalam kondisi baik. Ia pun berharap, Lampung menjadi salah satu penyangga utama bagi ketersediaan pangan Indonesia.

“Saya lihat di sini irigasinya baik, ini kita tarik airnya dari irigasi yang lebih rendah untuk masuk ke irigasi sekunder, tersier, bisa lari ke sawah sehingga kita harapkan yang biasanya tanam panen sekali bisa dua kali, yang sudah dua kali bisa tiga kali,” katanya.

2. Penambahan pompa untuk Lampung Selatan mencapai 150 unit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pompanisasi Kementan di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/7). (dok. Kementan)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pompanisasi Kementan di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/7). (dok. Kementan)

Sebagai informasi, sebaran pompa di Provinsi Lampung dari 2019 hingga 2024 mencapai 2.606 unit. Sementara untuk Kabupaten Lampung Selatan dialokasikan 150 unit pompa di 2024. Adapun luas baku sawah di sana mencapai 38.688 hektare dengan potensi sawah tadah hujan mencapai 30.976 hektare.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, penambahan pompa untuk Lampung Selatan mencapai 150 unit dan diharapkan mampu menjangkau 1.650 hektare dengan rata-rata provitas mencapai 5 ton per hektare.

“Diharapkan potensi produksinya mencapai 16.500 ton GKG dengan IP 300 atau terjadi peningkatan 5.6 persen dari tahun sebelumnya,” katanya.

3. Provinsi Lampung jadi produsen beras terbesar ke-6 di Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pompanisasi Kementan di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/7). (dok. Kementan)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pompanisasi Kementan di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/7). (dok. Kementan)

Sebagai informasi, pada 2023, luas panen padi di Provinsi Lampung mencapai 530,11 ribu hektare dengan produksi padi sebesar 2,76 juta ton gabah kering giling (GKG) dan menjadi produsen beras terbesar ke-6 di Indonesia. (WEB)

Share Article
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan

Related Articles

See More

Lagu Mas Bahlil Ganteng Potensial Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029

01 Jun 2026, 19:32 WIBNews