Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jusuf Kalla Kritik Pemerintah soal Jalan Rusak: Tidak Adil Bagi Rakyat

Jusuf Kalla Kritik Pemerintah soal Jalan Rusak: Tidak Adil Bagi Rakyat
Jusuf Kalla di acara Milad PKS, Sabtu (20/5/2023). (IDN Times/Yosafat Bayu Diva Wisesa)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12, Jusuf Kalla mengkritisi ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia. Secara khusus dia menyoroti kerusakan jalan di Indonesia.

Di balik viralnya, jalan di Lampung yang dikunjungi Presiden Joko "Jokowi" Widodo beberapa waktu lalu, Jusuf Kalla menilai, sebenarnya ada masalah infrastruktur yang berasal dari ketidakadilan dalam pembangunan nasional.

Jusuf Kalla menegaskan, ketidakadilan itu tampak dari infrastruktur yang hanya bisa dirasakan segelintir orang, khususnya mereka yang kaya. Dia mencontohkan orang yang berkecukupan bisa dengan mudah menikmati jalan tol dengan kualitas yang baik.

Sementara, rakyat kecil hanya karena tidak membayar jalan, tidak bisa menikmati jalan yang mulus.

"Artinya, orang mungkin beranggapan bahwa hanya orang berkecukupan yang dapat menikmati jalan yang baik karena harus membayar (tol). Namun, jalan yang digunakan oleh rakyat, termasuk petani kita, tidak diperbaiki oleh siapapun ketika rusak. Itu merupakan ketidakadilan bagi rakyat," kata dia dalam pidato kebangsaan di acara Puncak Milad PKS ke-21 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2023).

Oleh sebab itu, pria yang akrab dipanggil JK itu menuturkan, ketidakadilan tersebut merupakan tugas yang harus segera diselesaikan dan diperhatikan pemerintah.

"Saya juga dahulu memiliki tanggung jawab, PKS juga memiliki tanggung jawab, Demokrat juga demikian. Namun yang kita lihat adalah pengalaman yang dirasakan oleh rakyat negara ini. Petani, karena tidak mampu membayar tol, itulah sebabnya jalan mereka berlubang-lubang," imbuh dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More

Harimau Lepas di Jerman Ditembak Polisi, Satu Penjaga Terluka

02 Jun 2026, 00:10 WIBNews