Anak Gajah Sumatra Lahir di TN Tesso Nilo, Diberi Nama Nona Seroja

- Seekor bayi gajah Sumatera betina bernama Nona Seroja lahir sehat di Taman Nasional Tesso Nilo, hasil pembiakan induk Ria dengan gajah liar pada 10 Juni 2026.
- Nama Nona Seroja dipilih karena melambangkan harapan, ketahanan, dan keindahan di tengah tantangan konservasi Tesso Nilo, menjadi simbol optimisme bagi pelestarian alam.
- Polda Riau memperkuat penegakan hukum lewat pendekatan Green Policing dan penyidikan kasus perdagangan satwa liar dengan instrumen TPPU untuk memutus rantai kejahatan lingkungan.
Jakarta, IDN Times - Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina lahir dari induk bernama Ria di kamp Elephants Flying Squad Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Riau pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Anak gajah itu hasil breeding atau pembiakan induk gajah Ria dengan gajah liar. Ia lahir tanpa cacat fisik dan dalam kondisi sehat, aktif bergerak, dan sudah menyusu secara normal.
Anak gajah itu diberi nama Nona Seroja oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Nama itu menjadi doa dan simbol optimisme bagi masa depan satwa dilindungi tersebut.
“Sebelum menetapkan nama tersebut, saya juga menyampaikan dan meminta izin kepada Menteri Kehutanan Bapak Raja Juli Antoni. Alhamdulillah beliau berkenan dan menyetujui nama yang kami usulkan,” kata Irjen Herry dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026).
1. Arti nama Nona Seroja

Herry menjelaskan, nama Nona Seroja dipilih karena memiliki filosofi yang sangat erat dengan kondisi Tesso Nilo saat ini. Pemberian nama Nona Seroja karena seroja adalah bunga yang tumbuh dari lumpur yang keruh, tetapi mampu mekar dengan bersih, indah, dan menawan di atas permukaan air.
“Sama seperti itu, anak gajah ini lahir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Tesso Nilo, namun kehadirannya membawa harapan baru. Nona Seroja melambangkan kemurnian, ketahanan, dan keindahan. Ia menjadi pengingat bahwa di tengah segala kekacauan, alam selalu memberi kesempatan bagi harapan untuk tumbuh dan mekar,” ujarnya.
2. Bukti alam memberi kesempatan seluruh pihak memperbaiki kelestarian konservasi

Menurut Herry, kelahiran Nona Seroja menjadi bukti bahwa alam masih memberikan kesempatan bagi seluruh pihak untuk memperbaiki dan menjaga kelestarian kawasan konservasi yang menjadi rumah bagi gajah Sumatera.
“Beberapa waktu lalu kita berduka atas berbagai ancaman yang menimpa satwa liar di Tesso Nilo. Hari ini Allah SWT menghadirkan kabar gembira melalui kelahiran Nona Seroja. Ini simbol bahwa harapan untuk menjaga kelestarian Tesso Nilo masih hidup dan harus terus diperjuangkan bersama,” katanya.
Ia menegaskan, menjaga kelestarian gajah Sumatera tidak cukup hanya merawat dan melindungi habitatnya. Penegakan hukum tegas terhadap para pelaku kejahatan satwa liar juga harus dilakukan.
Menurutnya, Polda Riau akan terus memperkuat upaya perlindungan satwa liar melalui pendekatan Green Policing yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari keamanan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
3. Polda Riau kembangkan penyidikan kasus perdagangan satwa liar

Polda Riau saat tengah melanjutkan pengembangan penyidikan kasus perdagangan satwa liar dilindungi berupa gading gajah dengan menerapkan instrumen Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri, menyita, dan merampas aset hasil kejahatan sehingga tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memutus rantai kejahatan perdagangan satwa liar dari sisi finansial.
“Kami tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga akan mengikuti aliran uangnya. Kejahatan terhadap satwa liar adalah kejahatan terhadap masa depan lingkungan. Karena itu, melalui pendekatan Green Policing dan Green Financial Crime, kami berkomitmen memutus rantai kejahatan ini sampai ke akar-akarnya, termasuk aset dan keuntungan yang diperoleh dari perdagangan satwa liar,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut baik nama yang diberikan Kapolda Riau kepada anak gajah tersebut. Menurut Raja Juli, nama Nona Seroja terdengar indah dan memiliki makna yang sangat dalam bagi semangat pelestarian satwa liar dan lingkungan hidup.
“Saya setuju dengan nama yang diberikan Kapolda Riau. Nona Seroja adalah nama yang indah, cantik, dan memiliki makna yang dalam. Nama itu mencerminkan harapan, kelembutan, sekaligus ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Semoga Nona Seroja tumbuh sehat dan menjadi simbol optimisme bagi masa depan konservasi gajah Sumatera,” ujar Raja Juli.
Ia mengatakan, kelahiran anak gajah tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kawasan konservasi dan melindungi satwa liar harus terus dilakukan secara konsisten oleh seluruh pihak.
“Kehadiran Nona Seroja adalah kabar bahagia bagi Indonesia. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan ia dan gajah-gajah lainnya dapat hidup aman di habitatnya. Konservasi bukan hanya menjaga satwa, tetapi menjaga masa depan generasi yang akan datang,” kata Menhut.

















