Kemenhaj Catat Hasil Evaluasi Haji 2026, Jadi Pijakan Tahun Berikutnya

- Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M untuk memperbaiki kekurangan dan menjadi dasar kebijakan tahun berikutnya.
- Kemenhaj menyoroti penguatan layanan kesehatan, penataan di Mina, serta efisiensi biaya sebagai fokus utama evaluasi agar kualitas pelayanan jemaah terus meningkat tanpa membebani peserta haji.
- Setelah Rakernas, Kemenhaj mengadakan retret guna memperkuat kapasitas SDM dan solidaritas internal, sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa berbagai apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M tidak boleh membuat seluruh pihak cepat puas. Namun, evaluasi menjadi kebutuhan utama untuk memperbaiki setiap kekurangan dalam penyelenggaraan haji.
Pernyataan ini disampaikan Irfan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M yang digelar di Asrama Haji kelas 1 Jakarta.
"Evaluasi tetap menjadi kebutuhan utama untuk memperbaiki setiap kekurangan dalam penyelenggaraan haji," kata Irfan dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
1. Kemenhaj catat evaluasi pelaksanaan musim haji tahun ini

Menurut dia, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi pelaksanaan musim haji tahun ini. Ia merinci di antaranya penguatan layanan kesehatan, penataan layanan di Mina, hingga penyusunan biaya penyelenggaraan haji yang tetap mempertimbangkan kualitas layanan tanpa memberatkan jemaah.
Irfan menegaskan, seluruh hasil evaluasi akan menjadi pijakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama DPR RI dalam menyusun kebijakan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin baik pada musim haji mendatang.
"Sejumlah hal menjadi perhatian dalam evaluasi, mulai dari penguatan layanan kesehatan, penataan layanan di Mina, hingga penyusunan biaya penyelenggaraan haji," kata dia.
2. Banyak inovasi berdampak pada penyelenggaraan haji 2026

Kendati demikian, Menhaj menilai, peningkatan kualitas layanan haji tahun ini tidak terlepas dari berbagai inovasi yang telah dijalankan, mulai dari pengelolaan kuota provinsi, efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji, hingga pembaruan layanan melalui implementasi kartu Nusuk.
Namun, seluruh inovasi tersebut tetap perlu dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal bagi jemaah. Secara khusus, Menhaj meminta agar persoalan pelayanan di Mina menjadi fokus utama pembahasan dalam Rakernas.
Dia menilai, seluruh upaya perbaikan harus diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia.
"Bagaimana kita bisa memperbaiki layanan di Mina harus menjadi perhatian bersama. Apa pun yang perlu dilakukan demi perbaikan layanan di Mina harus kita lakukan," tegasnya.
3. Alasan gelar retret setelah Rakornas

Pada kesempatan itu, Menhaj juga menjelaskan kegiatan retret yang digelar setelah Rakernas merupakan bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Kemenhaj.
"Kegiatan retret ini merupakan bagian dari persiapan kita agar semakin siap secara fisik, mental, sekaligus memperkuat bonding di antara seluruh keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenhaj, para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta TNI dan Polri yang mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan Rakernas.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga semangat kolaborasi ini terus kita jaga untuk menghadirkan pelayanan haji Indonesia yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas," kata dia.


















