Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketua Dewan Pers: Perempuan Maju karena Knowledge, Bukan Otot dan Gender

Ketua Dewan Pers Profesor Komaruddin Hidayat
Ketua Dewan Pers Profesor Komaruddin Hidayat dalam '3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia' digelar IDN Times bekerja sama dengan Yayasan Amai Setia dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026)
Intinya sih...
  • Perempuan duduk di posisi strategis: Perempuan Indonesia menduduki posisi strategis dan berpengaruh di berbagai bidang.
  • Minangkabau sebagai salah satu wilayah yang lebih awal mengalami pemerataan pendidikan: Peran penting perempuan Minangkabau dalam lahirnya pemikiran modern di Indonesia.
  • Roehana Koeddoes tokoh perempuan pelopor pendidikan dan pers: Sebagai salah satu pahlawan nasional, Roehana Koeddoes memiliki peran penting dalam membentuk pemikiran kebangsaan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Ketua Dewan Pers Profesor Komaruddin Hidayat menegaskan, kemajuan perempuan saat ini tidak lagi ditentukan oleh perbedaan gender, namun oleh akses pendidikan dan penguasaan pengetahuan.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi termasuk Akal Imitasi (AI) dan komputer, pendidikan menjadi faktor paling menentukan dalam membuka ruang kesetaraan.

Pernyataan ini disampaikan Komaruddin saat menghadiri acara diskusi bertajuk '3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia' yang digelar IDN Times bekerja sama dengan Yayasan Amai Setia dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

“Sekarang ini bukan lagi mengandalkan otot, tapi otak. Dengan AI, dengan komputer, maka pendidikan yang menentukan. Bukan karena laki-laki, bukan perempuan, tapi knowledge yang menentukan,” ujar Komaruddin.

1. Pendidikan dorong perempuan Indonesia duduki posisi strategis dan berpengaruh

Acara IDN Times berjudul 3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia di kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/ Krisna)
Acara IDN Times berjudul 3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia di kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/ Krisna)

Ia menilai, kemajuan pendidikan telah mendorong semakin banyak perempuan Indonesia menduduki posisi strategis dan berpengaruh di berbagai bidang.

"Saya melihat di Indonesia itu banyak sekali perempuan-perempuan yang punya posisi yang luar biasa," ujarnya.

2. Minangkabau sebagai salah satu wilayah yang lebih awal mengalami pemerataan pendidikan

Potret Roehana Koeddoes di acara IDN Times berjudul 3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia di kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/ Krisna)
Potret Roehana Koeddoes di acara IDN Times berjudul 3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia di kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/ Krisna)

Dalam perspektif historis, Komaruddin menyoroti peran penting perempuan Minangkabau dalam lahirnya pemikiran modern dan progresif di Indonesia. Ia menyebut, Minangkabau sebagai salah satu wilayah yang lebih awal mengalami pemerataan pendidikan dibandingkan daerah lain pada awal abad ke-20.

“Di Minang itu relatif merata. Pemikiran modern justru banyak datang dari sana. Karena lebih dulu menggunakan bahasa Indonesia dan Belanda, penguasaan ilmu pengetahuan berkembang lebih awal,” katanya.

3. Roehana Koeddoes tokoh perempuan pelopor pendidikan dan pers

Potret Roehana Koeddoes di acara IDN Times berjudul 3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia di kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/ Krisna)
Potret Roehana Koeddoes di acara IDN Times berjudul 3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia di kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/ Krisna)

Komaruddin mencontohkan sosok Roehana Koeddoes, tokoh perempuan pelopor pendidikan dan pers, yang berasal dari Koto Gadang, Sumatra Barat. Dia tercatat sebagai salah satu pahlawan nasional, sejajar dengan tokoh-tokoh besar seperti Haji Agus Salim dan Sutan Sjahrir, yang juga merupakan saudaranya.

“Di Koto Gadang ada tiga pahlawan nasional: Agus Salim, Sjahrir, dan Bu Roehana. Itu luar biasa. Ini menunjukkan sejak awal perempuan sudah punya peran penting dalam membentuk pemikiran kebangsaan,” ujarnya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Pemilu Thailand Memanas, 3 Kekuatan Berebut Dukungan Pemilih

08 Feb 2026, 20:32 WIBNews