KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Dugaan tersebut di antaranya berkaitan dengan penerimaan mahasiswa di Fakultas Kedokteran.
Hal ini berkenaan dengan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq. Ini merupakan OTT ke-19 KPK sepanjang 2026.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan terdapat dugaan pembayaran bernilai ratusan juta rupiah untuk bisa diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed.
"Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran. Dan, memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana. Dan diduga memang ada layering dalam penerimaan tersebut," kata Budi, Jumat (21/8/2026).
Budi mengatakan KPK masih mendalami pihak-pihak yang berperan serta mekanisme penerimaan tersebut. KPK berencana menyampaikan konstruksi perkara secara lengkap dalam konferensi pers.
Dia juga menyatakan penyidik masih mendalami apakah dugaan praktik tersebut hanya terjadi di Fakultas Kedokteran atau terdapat di fakultas lainnya.
"Nanti, tim tentu akan dalami apakah praktik-praktik ini hanya terjadi pada penerimaan mahasiswa di Fakultas Kedokteran atau juga terjadi di fakultas lainnya," ujar Budi.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 14 orang dan uang tunai dalam bentuk rupiah senilai ratusan juta. Sebanyak sembilan orang, termasuk Rektor UNSOED dan dua Wakil Rektor, masih menjalani pemeriksaan intensif. KPK menyatakan proses tersebut masih berada pada tahap penyelidikan dan gelar perkara dijadwalkan dilakukan Jumat siang.

















