Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lebaran 2026, Pemerintah Perkuat Sistem Mudik Gratis Terintegrasi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno/dok Kemenko PMK
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno/dok Kemenko PMK
Intinya sih...
  • Pemerintah siapkan berbagai langkah antisipasi
  • Sistem integrasi mudik gratis diperkuat agar lebih tertib dan tepat sasaran
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penguatan sistem mudik gratis terintegrasi, kesiapan layanan kesehatan, transportasi, hingga mitigasi bencana dalam rangka Lebaran 2026. Persiapan dilakukan lebih awal mengingat potensi lonjakan mobilitas masyarakat yang sangat besar selama periode Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat memimpin Rapat Tingkat Menteri di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, pada Kamis (12/2/2026).

"Persiapan ini tidak hanya berfokus pada kelancaran transportasi, tetapi juga memastikan kesiapan layanan publik yang langsung dibutuhkan masyarakat, termasuk tempat ibadah, fasilitas kesehatan di jalur mudik dan lokasi tujuan, serta penguatan posko terpadu," ujar Pratikno dikutip dari siaran pers, Sabtu (14/2/2026).

Selain itu, pemerintah juga memastikan kesiapan dan kelayakan moda transportasi darat, laut, dan udara, termasuk layanan yang inklusif bagi lansia, anak-anak, dan penyandang difabel. Destinasi wisata juga menjadi perhatian karena diperkirakan mengalami lonjakan kunjungan selama masa libur Lebaran.

1. Pemerintah perkirakan pemudik capai 143,9 juta orang

Mudik lebaran
Mudik lebaran

Pratikno mengatakan, pemerintah memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 akan sangat tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143.915.053 orang.

Pratikno mengatakan, menghadapi potensi lonjakan tersebut, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi secara terintegrasi sejak dini. Koordinasi lintas sektor, kata dia, menjadi kunci utama agar mudik berjalan lancar.

“Sinergi lintas kementerian dan lembaga kita siapkan agar mudik tahun ini berlangsung lancar, nyaman, aman, dan selamat. Kita fokus pada permasalahan yang berpotensi muncul serta langkah antisipasi yang harus dilakukan sejak dini, termasuk menghadapi risiko bencana hidrometeorologi,” kata dia.

2. Sistem integrasi mudik gratis diperkuat agar lebih tertib dan tepat sasaran

Ilustrasi mudik lebaran (freepik.com/EyeEm)
Ilustrasi mudik lebaran (freepik.com/EyeEm)

Pemerintah kembali menyiapkan sistem integrasi mudik gratis seperti tahun sebelumnya dengan tujuan meningkatkan ketertiban, koordinasi, dan efektivitas pelaksanaan program tersebut. Pratikno mengatakan, sistem ini akan memudahkan masyarakat mengakses informasi dan layanan mudik dalam satu sistem terpadu.

“Seluruh elemen terkait telah menyiapkan langkah-langkah secara matang untuk memperlancar masyarakat kembali ke kampung halaman. Sistem integrasi mudik gratis akan terus kita perkuat agar lebih efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” kata dia.

Integrasi ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi tentang jadwal keberangkatan, kuota, moda transportasi, serta layanan pendukung lainnya sehingga program mudik gratis dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengendalian kepadatan kendaraan untuk mengurangi risiko kemacetan dan meningkatkan keselamatan selama arus mudik dan arus balik.

3. Pemerintah antisipasi cuaca ekstrem dan perkuat komunikasi publik

Ilustrasi hujan lebat (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi hujan lebat (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain kesiapan transportasi, pemerintah juga memberi perhatian khusus pada potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik. Hal ini mengingat sejumlah wilayah masih berada dalam kategori curah hujan menengah hingga tinggi, yakni sekitar 100–400 mm.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna memastikan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang terintegrasi agar masyarakat memperoleh informasi akurat mengenai jadwal perjalanan, kebijakan lalu lintas, serta imbauan keselamatan selama mudik. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang kuat, pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat mudik dengan aman dan selamat hingga kembali ke tempat asalnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Polisi Tahan MY Tersangka Kasus TPPU PT Dana Syariah Indonesia

14 Feb 2026, 11:54 WIBNews