Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menkumham Yasonna Singgung Pentingnya Literasi Agama Lintas Budaya

Menkumham Yasonna H Laoly saat ditemui di agenda Konferensi Internasional Literasi Agama Lintas Budaya di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Menkumham Yasonna H Laoly saat ditemui di agenda Konferensi Internasional Literasi Agama Lintas Budaya di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Jakarta, IDN Times - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM), Yasonna H. Laoly, mengatakan pentingnya literasi keagamaan lintas budaya dalam masyarakat dunia. Saat ini kondisi yang ada semakin multikultural dan saling terkoneksi satu sama lain. Menurutnya, pemahaman dan penghormatan yang semakin tinggi pada perbedaan akan membuat masyarakat jadi makin inklusif dan harmonis.

"Dengan pemahaman dan penghormatan yang semakin tinggi terhadap perbedaan, maka masyarakat dapat menjadi lebih inklusif dan harmonis. Untuk itu, kami di KemenkumHAM bersama the Leimena Institute telah bekerja sama untuk menyelenggarakan program pelatihan bagi para guru di tanah air terkait literasi keagamaan lintas budaya," kata Yasonna dalam Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023).

1. Indonesia sebagai negara yang beragam

Ilustrasi budaya (ANTARA FOTO/Jojon)
Ilustrasi budaya (ANTARA FOTO/Jojon)

Dia mengungkapkan penyelenggaraan konferensi literasi keagamaan lintas budaya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kolaborasi umat beragama. Hal itu harus dilandasi saling menghormati di antara masyarakat yang berbeda agama dan keyakinan. 

"Kami menempatkan isu kebebasan beragama sebagai hal yang teramat penting karena Indonesia merupakan bangsa yang sangat beragam," kata dia. 

2. Masih ada pihak yang intoleran dan radikal

Menkumham Yasonna Laoly. (dok. Humas Kementerian Hukum dan HAM)
Menkumham Yasonna Laoly. (dok. Humas Kementerian Hukum dan HAM)

Meski demikian, Yasonna mengakui masih akan selalu ada pihak-pihak yang intoleran dan radikal. Pada konteks ini, maka supremasi hukum memiliki peran penting untuk menjamin dan menghormati hak setiap warga negara. 

"Pada september lalu, Presiden Joko Widodo telah mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Peraturan ini bertujuan memperkuat harmoni dan persatuan antar umat beragama di tanah air," kata dia.

3. Upaya dorong kebebasan beragama dan perdamaian dunia

IDN Times/Indah Pertama Sari
IDN Times/Indah Pertama Sari

Dia juga menyinggung keterkaitan upaya mendorong kebebasan beragama dan perdamaian dunia. Menurutnya, kedua upaya tersebut seharusnya berjalan beriringan. 

"Indonesia secara aktif mendorong dialog antar umat beragama baik di tataran nasional maupun internasional dengan maksud untuk meningkatkan toleransi, penghormatan, pemahaman, dan empati," jelasnya. 

Dia berharap dalam forum ini para peserta dapat saling berbagi pandangan dan pengalaman terbaik memajukan literasi keagamaan lintas budaya dan martabat manusia dalam masyarakat yang beragam. 

"(Melalui forum ini) Kita dapat berkontribusi pada upaya bersama untuk mendorong masyarakat yang lebih toleran dan inklusif" ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lia Hutasoit
EditorLia Hutasoit
Follow Us