Jakarta, IDN Times – Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan komitmen Indonesia membangun sistem konservasi yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global melalui pengembangan pembiayaan inovatif berbasis investasi bagi kawasan konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) Roundtable Meeting yang diselenggarakan di London dalam rangkaian London Climate Action Week 2026.
Dalam kesempatan itu, Menhut memastikan Indonesia tengah membangun pendekatan baru dalam pengelolaan konservasi yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pembiayaan publik. Pemerintah membuka ruang bagi investasi yang kredibel, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, alam, dan iklim.
“Indonesia tidak hanya sedang menyusun strategi pembiayaan. Kami sedang membangun paradigma baru tata kelola konservasi, di mana taman nasional memiliki kemandirian finansial, masyarakat menjadi mitra utama, sektor swasta memiliki peran yang bermakna, dan negara menyediakan kerangka regulasi yang kuat untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan secara akuntabel dan berkelanjutan,” ujar Menhut dalam keterangan tertulis Kemenhut, Jumat (26/6/2026).
