Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menkes Minta RS Daerah Prioritaskan Dokter Lokal untuk Pendidikan Spesialis

Menkes Minta RS Daerah Prioritaskan Dokter Lokal untuk Pendidikan Spesialis
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta RSUD memprioritaskan putra-putri daerah dalam program pendidikan dokter spesialis untuk pemerataan tenaga medis di seluruh wilayah.
  • Kemenkes akan memperluas pendidikan berbasis rumah sakit agar dokter umum bisa lebih cepat menjadi spesialis dan tetap bertugas di daerah asalnya.
  • Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo menargetkan peningkatan 66 RSUD dari tipe D ke C pada 2025–2026 guna memperkuat layanan kesehatan dan fasilitas medis daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

NTB, IDN Times - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah dan rumah sakit umum daerah (RSUD) memprioritaskan putra-putri lokal dalam program pendidikan dokter spesialis. Kebijakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Kota Bima.

Menurut Budi, distribusi dokter spesialis masih terkonsentrasi di kota besar sehingga layanan kesehatan rujukan di daerah belum optimal. Karena itu, Kemenkes kata dia bakal perluas pendidikan spesialis berbasis rumah sakit daerah agar dokter umum dapat lebih cepat melanjutkan pendidikan.

“Nah jadi sekarang saya mau bilang ke rumah sakit provinsi kalau bisa bukannya ini, itu pendidikan spesialisnya harus putra-putri daerah diutamakan ya. Dan yang adil dibagi, dari Bima, dari Dompu, dari mana mesti kebagian giliran. Saya sendiri akan memperbanyak yang berbasis rumah sakit. Karena pendidikan yang berbasis rumah sakit itu ada di bawah saya. Itu nanti saya akan perbanyak juga. Semua rumah sakit-rumah sakit umum daerah itu juga harus jadi rumah sakit pendidikan," kata dia saat berkunjung ke RSUD Kota Bima, NTB, Jumat (27/2/2026).

1. Percepat akselarasi lewat pendidikan berbasis rumah sakit

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia menilai model pendidikan berbasis rumah sakit akan mempercepat proses peningkatan kompetensi dokter umum menjadi dokter spesialis.

"Supaya bisa mengakselerasi dokter-dokter umum cepat bisa jadi dokter spesialis," katanya

2. Memperbanyak dokter lokal bekerja di daerahnya masing-masing

Ilustrasi dokter spesialis bedah melakukan operasi kaki di ruang operasi. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Ilustrasi dokter spesialis bedah melakukan operasi kaki di ruang operasi. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Selain itu, Budi menegaskan bahwa kebijakan tersebut juga bertujuan memastikan dokter spesialis yang lulus tetap bertugas di daerah asalnya.

“Dan kalau rumah sakit pendidikan spesialisnya kan di bawah saya, itu saya akan pastikan itu harus putra-putri asli daerah. Harus putra-putri asli daerah biar biar banyak, makin banyak orang lokal" kata Budi.

3. PHTC Prabowo naikkan status RSUD tipe D ke C

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia menjelaskan, keberadaan dokter putra-putri daerah dinilai menjadi strategi untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan. Hal ini berkenaan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. RSUD bakal ditingkatkan kelasnya dari tipe D menjadi tipe C, total 66 RSUD di berbagai wilayah Indonesia ditargetkan bakal ditingkatkan layanan dalam periode dua tahun, yakni 2025-2026.

Peningkatan dilakukan melalui penguatan sarana prasarana, alat kesehatan, serta pemenuhan tenaga medis guna memperluas akses layanan rujukan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara bertahap.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in News

See More