Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

TNI Ikut Garap Proyek, KSAD: Bukan Ambil Alih Tugas Kementerian

TNI Ikut Garap Proyek, KSAD: Bukan Ambil Alih Tugas Kementerian
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
Gini Kak
  • KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan keterlibatan TNI dalam proyek pembangunan bukan mengambil alih tugas kementerian, melainkan membantu pekerjaan di wilayah 3T yang sulit dijangkau.
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan pembagian tugas baru TNI, di mana TNI AD fokus pada pertanian jagung dan padi, sementara TNI AL mengurus produksi kedelai nasional.
  • TNI AL akan memperkuat program swasembada pangan bersama Kementan melalui peningkatan produksi kedelai dan pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan yang juga menangani sektor peternakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, pelibatan TNI dalam berbagai program pembangunan bukan berarti mengambil tugas kementerian/lembaga tertentu. Sebaliknya, dia mengatakan, TNI AD akan berfokus membantu pelaksanaan pekerjaan yang sulit dijangkau, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Hal ini disampaikan Maruli saat menjawab pertanyaan awak media mengenai peran TNI yang belakangan terlihat aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari membantu petani, penanganan lingkungan, hingga menjaga keamanan wilayah.

"Jadi kita mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian," kata Maruli di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

1. KSAD tegaskan TNI bukan meminta proyek

IMG-20260319-WA0016.jpg
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, saat memimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 28 Pati TNI AD di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Selasa (17/3/2026) (Dok. Dispenad)

Menurut Maruli, banyak pekerjaan pembangunan di daerah kepulauan dan wilayah terpencil yang memiliki nilai anggaran relatif kecil, tetapi membutuhkan biaya logistik dan transportasi yang besar. Kondisi tersebut kerap membuat pelaksanaan proyek menjadi tidak menarik bagi pelaksana pekerjaan.

Ia pun mencontohkan salah satu proyek yang akan dikerjakan TNI di Kepulauan Nias dengan anggaran yang relatif kecil sebesar Rp200 juta.

"Karena nilai project misalnya Rp200 juta, pekerjaannya di Pulau Nias gitu. Mungkin sulit mencari apa yang mendapatkan project-nya, ya coba kita bantu," kata Maruli.

Ia menjelaskan, TNI AD hadir membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang belum dapat ditangani secara optimal oleh instansi terkait. Oleh karena itu, Maruli mengeklaim keterlibatan TNI bukan bermaksud untuk mengambil proyek terlebih dahulu, melainkan sebagai solusi ketika pekerjaan tersebut belum dapat dilaksanakan pihak lain.

"Jadi nggak bukannya project itu diambil duluan baru kita milih, nggak. Yang tidak bisa dilakukan baru kita lakukan," kata dia.

2. Menhan ungkap tugas baru TNI di sektor pertanian

Sjafrie Sjamsoeddin, Shinjiro Koizumi
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) ketika mengajak Menhan Jepang, Shinjiro Koizumi berkunjung ke Bali. (www.x.com/@sinjirokoiz)

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, TNI telah membagi tugas untuk mendukung program swasembada pangan nasional. TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) nantinya akan mengurusi bidang pertanian dan pangan.

Hal ini disampaikan Sajfrie dalam agenda rapat bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). Ia mengatakan, prajurit TNI AD akan ditugaskan mengurus pertanian jagung dan padi.

“Kami sudah melakukan pembagian tugas bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian jagung dan padi selain palawija,” kata Sjafrie.

Adapun, prajurit TNI AL akan ditugaskan untuk mengurus pertanian kedelai. Menurutnya, kedelai menjadi salah satu komoditas pangan yang banyak diimpor dari luar negeri.

“Sekarang Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” ucapnya.

3. TNI AL akan mendukung program swasembada pangan

HGCaJbTbgAAjgGk.jpeg
Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin dikabarkan menggelar pertemuan dengan Menhan Jepang, Shinjiro Koizumi (X/@shinjirokoiz)

Sjafrie menegaskan, produksi kedelai oleh TNI AL akan digenjot untuk mendukung program swasembada pangan yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Kita kejar target ini sehingga kita bisa menjadi produsen kedelai mendukung swasembada pangan ini dengan kerjasama dengan Kementerian Pertanian itu, khusus untuk mencegah impor,” kata dia.

Selain itu, Sjafrie mengungkapkan, melalui pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di seluruh Indonesia, para prajurit juga akan diminta mengurusi bagian peternakan.

"Jadi di batalyon itu ada kompi pertanian, ada kompi peternakan,” ujar dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More