Meski Dilarang, Malam Tahun Baru Bundaran HI Meriah Penuh Kembang Api

- Aksi drone warnai malam Tahun Baru 2026 di Bundaran HI
- Pramono tidak ingin Tahun Baru digelar meriah
- Karangan berlaku bagi pemerintah dan swasta
Jakarta, IDN Times - Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Bundaran HI nampak meriah. Tidak hanya drone namun juga nampak kembang api dan juga smoke bomb yang menghasilkan asap warna warni di langit Jakarta.
Kondisi ini tentu berbeda dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang melarang penggunaan kembang api sebagai bentuk empati kepada sejumlah wilayah yang terkena bencana.
"Dari Jakarta, kami kirimkan empati, doa, dan harapam bagi mereka semua. Dengan semangat kebersamaan dan empati tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih untuk tidak menghadirkan kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun ini," ujar Pramono saat membuka pergantian Malam Tahun Baru 2026 di Bundaran HI.
"Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepekaan dan penghormatan agar pergantian tahun dimaknai dengan kesederhaan, kepedulian dan kebersamaan," imbuhnya.
Tak lama setelah pernyataan itu kembang api mercon mewarnai pergantian tahun di Bunderan HI.
1. Aksi drone warnai malam Tahun Baru 2026 di Bundaran HI

Tak hanya kembang api, aksi drone juga mewarnai malam pergantian tahun. Rina (27 tahun) dan suaminya, Adi (30 tahun) sengaja datang jauh-jauh dari Bogor untuk menyaksikan langsung atraksi drone.
"Iya, kami kepengen liat drone. Anak saya sampe nanya-nanyain terus, jam brp drone nya nongol. Karena kan katanya udah gak ada lagi kembang api," ujar Rina ketika ditemui IDN Times di depan jalan di depan sebuah pusat perbelanjaan itu.
2. Pramono tidak ingin Tahun Baru digelar meriah

Sebelumnya Pramono menegaskan, keputusan larangan kembang api sejalan dengan prinsip Pemprov DKI yang tidak ingin menampilkan kemeriahan berlebihan di tengah duka yang dirasakan masyarakat di daerah terdampak bencana.
"Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga enggak perlu ada. Jadi pakai drone saja cukup. Karena bagaimanapun, Jakarta sebagai ibu kota kan akan dilihat negara-negara lain," ujar Pramono, Jumat (19/12/2025).
3. Karangan berlaku bagi pemerintah dan swasta

Pramono menegaskan, keputusan tersebut sejalan dengan prinsip Pemprov DKI yang tidak ingin menampilkan kemeriahan berlebihan di tengah duka yang dirasakan masyarakat di daerah terdampak bencana.
Pramono mengatakan, larangan tersebut berlaku bagi kegiatan perayaan Tahun Baru 2026 yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta yang memerlukan perizinan.
“Saya sudah memutuskan untuk wilayah seluruh Jakarta, yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, kami meminta untuk tidak ada kembang api. Kami akan mengeluarkan surat edaran untuk hal tersebut,” kata Pramono.
4. Pemerintah tidak bisa melarang masyarakat

Sementara itu, terkait masyarakat atau perorangan yang menyalakan kembang api secara mandiri, Pramono mengakui pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengaturnya.
“Sedangkan kalau ada perorangan yang menyalakan kembang api, tentunya kami tidak bisa mengatur itu,” katanya.














.jpg)


