Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Meutya Hafid: Orang Tua Masih Bingung Awasi Aktivitas Online Anak

Meutya Hafid: Orang Tua Masih Bingung Awasi Aktivitas Online Anak
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)
Intinya Sih
  • Menkomdigi Meutya Hafid menyoroti kebingungan orang tua dalam mendampingi anak beraktivitas di ruang digital, sehingga pemerintah meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing.
  • Panduan ini menjadi bagian dari implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 untuk memperkuat literasi digital keluarga dan pelindungan anak di dunia maya.
  • Buku panduan disusun bersama akademisi dan tenaga kesehatan, bertujuan membantu anak memanfaatkan teknologi secara aman tanpa membatasi akses terhadap perkembangan digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti masih banyaknya orang tua yang kebingungan mendampingi anak saat beraktivitas di ruang digital, mulai dari penggunaan media sosial hingga gim daring. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan baru dalam pengasuhan anak di era teknologi.

“Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” kata Meutya Hafid saat peluncuran Digital Wellbeing Guidebook di Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

1. Panduan Digital Wellbeing diluncurkan

Ilustrasi Menjelajah Media Sosial
Ilustrasi Menjelajah Media Sosial (Pexels.com/www.kaboompics.com)

Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya pemerintah perkuat pelindungan anak di ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Maka ada buku panduan Digital Wellbeing yang diluncurkan untuk mendampingi orang tua mengawasi anak.

Peluncuran panduan itu dirasa jadi bagian upaya memperkuat literasi digital keluarga di tengah meningkatnya penggunaan internet dan berbagai platform digital oleh anak-anak Indonesia.

2. Ruang digital memang tak terpisahkan dengan anak tapi perlu pengawasan

Meutya Hafid: Orang Tua Masih Bingung Awasi Aktivitas Online Anak
Pembagian MBG di SMK PGRI 1 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Meutya menilai perkembangan teknologi membuat ruang digital menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak. Karena itu, pengawasan dan pendampingan orang tua tidak lagi cukup dilakukan hanya di lingkungan fisik.

“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” kata dia.

3. Tak dimaksudkan batasi akses terhadap teknologi

Meutya Hafid: Orang Tua Masih Bingung Awasi Aktivitas Online Anak
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Panduan yang diluncurkan tersebut berisi materi edukasi bagi orang tua dan pendidik untuk mendampingi anak saat mengakses layanan digital. Penyusunannya melibatkan sejumlah pihak, termasuk akademisi dan tenaga kesehatan.

Pemerintah mengungkapkan pelindungan anak di ruang digital tidak dimaksudkan untuk membatasi akses terhadap teknologi. Sebaliknya, langkah tersebut diarahkan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai dengan usia serta tahap perkembangannya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More