Namun, akun medsos Kopassus itu tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal tersebut. Unggahan itu hanya memuat stempel bahwa isu yang ditulis di akun Thread @retailman69, tidak benar adanya.
Momen Pangkopassus Foto Bersama dengan Seskab Teddy di Unhan

- Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi terlihat akrab berfoto dengan Seskab Teddy Indra Wijaya di Universitas Pertahanan, di tengah isu pemukulan yang sempat mencuat di media sosial.
- Kopassus menegaskan isu pemukulan terhadap protokoler Istana adalah hoaks tanpa bukti valid dan menilai narasi tersebut sengaja disebar untuk memecah soliditas internal institusi negara.
- Presiden Prabowo Subianto hadir di Universitas Pertahanan memberikan arahan tertutup kepada 1.500 komandan satuan TNI dari tiga matra, kegiatan ditutup dengan jamuan santap siang bersama.
Jakarta, IDN Times - Di tengah mencuat isu pemukulan yang dilakukan Panglima Kopassus, Letnan Jenderal Djon Afriandi terhadap protokoler Istana, suasana yang terlihat pada Kamis (30/4/2026) di Universitas Pertahanan, Bogor, justru berbeda. Djon terlihat akrab dengan Sekretaris Kabinet, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya. Mereka bahkan sempat foto bersama.
Dilihat dari unggahan akun Catatan Seskab, momen keakraban itu terlihat saat menunggu ketibaan Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat di hadapan 1.500 komandan satuan. Akun tersebut menampilkan hanya Teddy yang mengenakan kemeja berwarna putih dan celana hitam. Sedangkan para pejabat tinggi dari matra Angkatan Darat (AD) mengenakan pakaian dinas harian.
Lewat keakraban itu, akun tersebut seolah ingin menepis ada hubungan yang tak akur antara Pangkopassus dan Sekretaris Kabinet. Apalagi keduanya berasal dari satuan yang sama yakni Kopassus TNI AD.
1. Kopassus sudah bantah ada pemukulan yang dilakukan oleh Panglima Kopassus

Sebelumnya, Kopassus sudah turun tangan merespons isu yang beredar di media sosial pada pekan lalu. Lewat unggahan penerangan Kopassus di media sosial, Kopassus membantah Panglima Kopassus, Letnan Jenderal Djon Afriandi melakukan tindak kekerasan terhadap individu yang disebut sebagai Bunted. Isu itu santer beredar lewat aplikasi media sosial Threads.
"Hoaks," demikian yang tertulis di akun Penerangan Kopassus dan dikutip pada Selasa (21/4/2026).
Meski tak dijelaskan siapa sosok Bunted, tetapi warganet menduga kuat orang yang dimaksud adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Salah satu tugas Teddy diketahui mengatur jadwal dan agenda pertemuan Presiden.
Di dalam akun @retailman69, tertulis Letjen Djon melakukan tindak kekerasan terhadap seseorang yang disebut sebagai Bunted karena dibiarkan menunggu di luar ruangan Presiden Prabowo Subianto di Istana selama 20 menit. Sedangkan, Prabowo sudah menunggunya di dalam ruangan.
Ketika Prabowo keluar, dia memarahi Letjen Djon karena dianggap sengaja membuatnya menunggu selama 20 menit. Sedangkan, Letjen Djon dijadwalkan berbincang selama 30 menit dengan Prabowo.
2. Isu pemukulan tak dilengkapi bukti valid

Kopassus juga menyebut, isu keributan itu dilempar di media sosial tanpa dilengkapi bukti valid. Bahkan, menurut Kopassus, isu tersebut sengaja dibuat untuk memecah belah bangsa.
"Narasi ini mengklaim adanya keributan antara Pangkopassus dengan pihak protokoler Istana. Faktanya, ini hanyalah karangan yang tak punya bukti valid," ujar penerangan Kopassus di akun media sosial mereka, dikutip Selasa (21/4/2026).
"Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara. Jadi jangan menjadi penyebar hoaks," tegas mereka.
3. Prabowo beri arahan kepada 1.500 komandan satuan

Sementara, tujuan Prabowo ada di Universitas Pertahanan untuk memberikan arahan kepada 1.500 komandan satuan yang berasal dari tiga matra di TNI. Arahan itu disampaikan secara tertutup.
Menurut keterangan dari Sekretariat Presiden, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut menyampaikan laporan kepada Prabowo. "Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan TNI dari tingkat tertinggi hingga level komando satuan di seluruh Indonesia, mulai dari para kepala staf angkatan, panglima komando utama hingga para komandan satuan setingkat komandan batalyon," demikian isi keterangan tertulis yang dikutip pada Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ditutup dengan jamuan santap siang dengan Prabowo. "Aktivitas itu menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan para komandan lapangan sekaligus memperkuat kohesi dan semangat kebersamaan dalam mengemban tugas negara," kata sekretariat negara.
















