Motif Asmara, Cucu Mpok Nori Diduga Dibunuh Mantan Suami WNA Irak

- Dewhinta Anggary, cucu seniman Betawi Mpok Nori, ditemukan tewas di kontrakannya di Bambu Apus, Jakarta Timur, diduga dibunuh mantan suaminya yang merupakan WNA Irak.
- Motif pembunuhan diduga karena persoalan asmara, di mana korban ingin mengakhiri hubungan namun pelaku menolak hingga terjadi tindakan fatal.
- Pelaku FD sempat terlihat di sekitar rumah korban sebelum kejadian dan akhirnya ditangkap polisi di kawasan Cikupa, Tangerang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Jakarta, IDN Times - Cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori, Dewhinta Anggary (36), diduga tewas usai dibunuh mantan suaminya yang merupakan warga negara (WNA) Irak, FD (35), pada Kamis (19/3/2026).
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, Dewhinta ditemukan tewas bersimbah darah di kontrakan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Pelakunya pun telah ditangkap di kawasan Cikupa, Tangerang, Banten.
“Sudah tertangkap tersangkanya,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
1. Motif pembunuhan dipicu persoalan asmara

Adapun motif pembunuhan diduga dipicu persoalan asmara. Korban, kata dia, ingin mengakhiri hubungan, namun pelaku menolak.
“Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau,” ujar Alfian.
2. Jenazah ditemukan oleh ibu korban

Jenazah ditemukan saat ibu korban berinisial B, ke rumah kontrakan Dewhinta pukul 03.00 WIB, Sabtu (21/3/2026). B hendak membangunkan Dewhinta untuk bekerja.
Namun, saat itu pintu kontrakan korban dalam keadaan terkunci dari dalam. Adik korban kemudian masuk melalui jendela yang terbuka untuk membuka pintu.
Di dalam kontrakan, adik korban melihat Dewhinta terbaring tak bernyawa dengan luka sayat pada lehernya.
“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy.
3. Pelaku sempat datang ke kontrakan korban

Menurut saudara korban, FD sempat datang ke kontrakan korban untuk meminjam sepeda motor. Sehari sebelum korban ditemukan tewas, FD juga beberapa kali terlihat di sekitar lokasi rumah korban oleh sejumlah saksi.
Seperti di Jalan Daman II menuju gang rumah korban dan di Masjid Al Ikhlas Bambu Apus saat menunaikan ibadah shalat subuh.
Kerabat korban, Sania Destiani mengatakan, keluarga yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang di dalam kontrakan korban. Ponsel milik korban bahkan masih berada di lokasi. Jenazah Dewhinta sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.


















