Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Muktamar NU Digelar Agustus 2026, Siapa Jadi Ketum PBNU?

Muktamar NU Digelar Agustus 2026, Siapa Jadi Ketum PBNU?
Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • PBNU akan menggelar Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026 dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum, diawali Munas dan Konbes sebagai rangkaian persiapan.
  • Gus Ipul menegaskan peserta Muktamar sudah diatur dalam AD-ART PBNU serta membantah isu adanya hambatan administratif menjelang pelaksanaan acara tersebut.
  • Lokasi Muktamar masih dibahas dengan beberapa daerah mengajukan diri, sementara Gus Ipul memastikan tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026. Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan salah satu agenda Muktamar adalah memilih Ketua Umum PBNU.

"Diharapkan bisa berlangsung pada bulan Agustus yang akan datang dan diawali penyelenggaraan Munas dan Konbes. Nah ini terus kita lakukan dan insyaAllah semuanya bisa berjalan lancar dan kita mohon dukungan dari Pengurus Wilayah maupun Pengurus Cabang untuk semuanya berfokus dan menyiapkan diri mengikuti Muktamar tersebut," ujar Gus Ipul di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

1. Peserta Muktamar sudah tercantum pada AD-ART

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Gus Ipul mengakan, terkait siapa saja peserta yang bisa ikut dalam Muktamar ke-35 NU, sudah tercantum pada anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) PBNU.

"Menyangkut siapa saja yang berhak menjadi peserta Muktamar juga sudah ada ketentuannya di dalam AD-ART maupun peraturan-peraturan yang lain. Dan yang juga penting tim juga sudah dibentuk untuk menuntaskan seluruh SK seluruh keputusan-keputusan yang diperlukan dalam rangka menuju Muktamar tersebut," kata dia.

Oleh karena itu, dia berharap, tidak ada pihak lain yang mengganggu proses menuju Muktamar ke-35 NU. Saat ini, ada isu Sekjen PBNU tidak mau tanda tangan surat, itu tidak benar.

"Jadi tidak ada yang menghambat, tidak ada yang, katakanlah, mengganggu semuanya berjalan dengan lancar kalau ada kabar sekjen tidak mau tanda tangan dan lain sebagainya itu adalah kabar-kabar yang tidak benar," kata dia.

2. Kapan tanggal Muktamar dan lokasinya?

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Saat ditanya kapan dan di mana penyelenggaraannya, Gus Ipul mengaku masih dalam proses pembahasan. Dia menyebut, Muktamar ke-35 NU digelar pada Agustus 2026.

"Ya tempatnya banyak yang sudah mengajukan ya dari berbagai daerah tetapi tentu ini nanti akan diputuskan pada waktunya. Dan sekali lagi diawali nanti ini penentuannya penentuan tempat dan tanggal Muktamar itu penentuannya diawali musyawarah antara Rais Aam dan Ketua Umum. Ya salah satunya di Lirboyo, ada juga di NTB ya yang mengajukan, ada juga di Sumatra Barat dan Jakarta," ucap dia.

3. Apakah Gus Ipul juga akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU?

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Gus Ipul mengaku tidak mau maju menjadi calon Ketua Umum PBNU. Gus Ipul mengaku, masih ada yang lebih baik darinya.

"Saya sudah berkali-kali menyampaikan, bahwa masih ada yang lain saya tidak ada niat, tidak ada rencana untuk mencalonkan diri. Nek jare wong Jawa Timur, gak ono potongane dadi ketua umum," ujar dia.

Meski demikian, Gus Ipul mempersilakan siapa saja yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Bahkan, dia juga mengaku tak masalah apabila Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mendaftar kembali.

"Oh semua (boleh daftar) ketua umum berpotensi ada (mendaftar lagi), yang lain-lain juga kan (boleh daftar)," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More