Tandyo sendiri sering mendampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke sejumlah daerah di Tanah Air untuk meresmikan batalyon teritorial pembangunan (BTP).
Panglima TNI Lantik KSAD-Wapang Baru, Maruli dan Tandyo Tukar Posisi

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Jumat (16/10/2026) melantik dua perwira tinggi yakni Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Jenderal Tandyo Budi Revita menduduki jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Lewat seremoni ini, Maruli dan Tandyo resmi bertukar posisi.
Sebelumnya, pada 2025 lalu, Tandyo dilantik sebagai Wakil Panglima TNI. Setahun kemudian, Tandyo dilantik sebagai KSAD.
Sedangkan, Maruli sudah menjabat KSAD sejak 2023 dan bertukar peran dengan Tandyo pada Oktober 2026.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan sertijab tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI. Tujuannya, kata Nas, untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas serta memperkuat peran strategis TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Indonesia.
"Sertijab ini mencerminkan komitmen TNI untuk mewujudkan organisasi yang profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis," ungkap Nas di dalam keterangan pada hari ini.
Ia menambahkan dengan adanya sertijab ini, peran TNI diharapkan semakin optimal dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai garda terdepan pertahanan negara.
"Peran TNI juga memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," imbuhnya.
1. TNI akan tetap menjaga soliditas dan loyalitas

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ketika melantik Wakil Panglima TNI Jenderal Maruli Simanjuntak (kiri) dan Jenderal Tandyo Budi Revita (kanan) sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di Mabes TNI pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Dokumentasi Puspen TNI) Lebih lanjut, Nas mengatakan lewat sertijab itu, TNI ingin terus meneguhkan semangat soliditas, loyalitas dan profesionalisme prajurit Sapta Marga sebagai landasan utama dalam memperkuat pertahanan negara serta mendukung terwujudnya Indonesia yang aman, berdaulat, maju dan bermartabat.
Sementara, ketika berada di Istana Kepresienan, Tandyo ditanya soal posisinya yang bertukar peran dengan Maruli. Menurut Tandyo, ia sudah terlibat untuk membangun kekuatan TNI AD sejak masih menjabat Wakil Panglima TNI.
"Kalau teman-teman media lihat saya juga membantu untuk pembangunan kekuatan lah. Kekuatan yang mungkin menjadi sektornya dari Pak Menteri Pertahanan, khususnya bagian dari TNI AD," ujar Tandyo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Kamis, 15 Oktober 2026.
2. Mabes TNI lepas Tandyo untuk bertugas sebagai KSAD

Upacara lepas sambut Jenderal Tandyo Budi Revita dari Mabes TNI untuk menempati jabatan menjadi KSAD. (Dokumentasi Puspen TNI) Sementara, usai dilantik, Tandyo dilepas oleh para prajurit TNI yang bertugas di Mabes TNI lewat seremoni pisah sambut yang disebut tradisi pedang pora. Jenderal bintang empat itu melangkah keluar dan meninggalkan Mabes TNI didampingi istrinya.
Ketika berbincang dengan media, Tandyo mengatakan prioritasnya saat ini mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar operasionalnya bisa dipercepat. Beberapa program yang jadi prioritas untuk segera dijalankan mulai dari Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), sekolah rakyat, hingga ketahanan pangan.
"Ini akan menjadi pekerjaan rumah dari angkatan darat untuk bisa mempercepat khususnya untuk operasionalisasi apakah itu KDKMP, sekolah rakyat, hingga ketahanan pangan. Yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan," ungkap Tandyo.
Ia juga menambahkan, prajurit TNI AD akan dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Khususnya pemadaman di area yang terbuat dari lahan gambut.
"Kami di TNI AD akan mempercepat pemadaman ini," tutur dia.
3. Pertukaran posisi Wakil Panglima TNI dan KSAD bukan masalah besar

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin soroti rotasi Wakil Panglima TNI dan KSAD. (IDN Times/Amir Faisol). Sementara, dalam pandangan anggota komisi I DPR, TB Hasanuddin pertukaran posisi antara Jenderal Tandyo Budi Revita dengan Jenderal Maruli Simanjuntak bukan masalah besar. Sebab, itu menjadi kewenangan prerogratif Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI.
"Gak ada masalah. Terserah, itu hak prerogatif Presiden dan Panglima TNI, ya. Enggak ada masalah. Siapa pun panglimanya yang penting sesuai dengan prosedur," ungkap Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Oktober 2026.
Hasanuddin mengingatkan, pergantian pimpinan harus menjadi momentum untuk memperkuat disiplin prajurit dan menjaga profesionalisme TNI. Dia menyoroti perlunya mencegah pelanggaran yang dapat mencoreng nama institusi militer.
“Yang paling penting satu, laksanakan posisi TNI itu sesuai dengan aturan perundang-undangan. Yang kedua, mari kita tingkatkan disiplin sehingga tidak ada lagi hal-hal terjadi seperti kasus judi online di rumah dinas, contoh. Itu kan memalukan, ya, sebagai mantan prajurit," tutur dia.


















